Minggu, 28 Juni 2009

Tipe-tipe Orang Kristen

Setiap kita diciptakan oleh Tuhan berbeda-beda, untukitu tampillah seadanya kita. Dan terimalah orang lain yang berbeda dengan kita.
Ada beberapa tipe-tipe orang Kristen, yaitu:


1. Tipe Lazarus, yaitu tipe orang yang mengalami mujizat Tuhan.
Ia mati dan dibangkitkan dari kematian oleh Tuhan Yesus. Tetapi ia hanya duduk, makan bersama Yesus. Ia tidak melayani Tuhan. Kita jangan mempunyai mental seperti ini, yang hanya meminta, tetapi bersaksilah akan kebesaranNya, artinya jangan hanya jadi penonton saja, tapi juga ambil bagian menjadi pemain.

2. Tipe Marta, Yaitu tipe yang sibuk melayani pekerjaan Tuhan dan bukan pribadi Yesus. Jika kita melayani Tuhan seperti ini, kita akan cepat strees karena hanya rutinitas saja.

3. Tipe Maria, Yaitu tipe yang suka duduk di kaki Tuhan Yesus, mendengar Firman Tuhan dan mengurapi kakiNya dengan minyak narwastu murni yang terbaik. Maria mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan dengan tulus dan kasih yang besar.

4. Tipe Yudas Iskariot, yaitu tipe yang hanya mengambil dan mencuri. Tipe ini adalah tipe orang Kristen yang menghitung-hitung dengan Tuhan. Jika kita memberi. jangan kita menghitung untung rugi. Memberi jangan karena kita ingin menerima kembali tetapi karena kita cinta Yesus.

Untuk melihat kemuliaan Tuhan, sifat sang Yudas harus diusir pergi dari hidup kita. Ingatlah bahwa segala sesuatu yang terbaik itu dimulai dari melayani Tuhan dengan kasih, kita tidak usah takut akan perkataan orang atau kritik dari orang lain terhadap kita.
Tanyakanlah kepada diri kita masing-masing, tipe yang manakah hidup kita?
Baca selengkapnya >>>>

Selasa, 23 Juni 2009

BERTUMBUH DALAM PENCOBAAN

Godaan/pencobaan dapat menjadi batu loncatan untuk pertumbuhan iman dan karakter kita, jika kita tahu cara mengatasinya. Namun iblis ingin mengunakan godaan untuk menjatuhkan dan menghancurkan kita. sebaliknya, Tuhan ingin menggunakan untuk mengembangkan iman dan karakter kita. Sangat membantu jika kita dapat melihat cara kerja iblis dan rencana-rencananya. iblis menggoda manusia melalui 4 tahapan :


1. Menumbuhkan keinginan yang berdosa ( Mrk. 7:21-23 ; Kej. 3:4-5 ).

Iblis bekerja di dalam hati dan pikiran manusia untuk menumbuhkan keinginan yang berdosa, seperti membalas dendam, berzinah, mencuri, dll. Iming-iming iblis pada umumnya adalah jalan pintas dan kesenangan duniawi. Ia selalu berkata: "ini baik bagimu"

2. Menumbuhkan keragu-raguan ( Mat. 14:31 )

Iblis selalu berusaha agar setiap manusia ( lebih-lebih orang percaya ) memiliki keraguan akan kebenaran Firman Tuhan, atau kasih dan perhatian kepada manusia.

3. Memasang tipu muslihat ( Yoh. 8:44 ; I Tim. 4:1-2 )

Iblis adalah bapa segala dusta, ia selalu menyamarkan maksud jahatnya dan identitasnya agar kita tidak sungkan mengikuti penyesatannya.

4. Melakukan ketidaktaatan ( Yak. 1:14-15 )

Jika kita ragu dan termakan oleh tipu muslihat iblis, maka kita akan segera melakukan ketidaktaatan kepada Tuhan.
Baca selengkapnya >>>>

Kamis, 18 Juni 2009

SEHATI

“Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk diatasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang disisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam.” Keluaran 17:12

Kalau kita melihat beberapa iklan lowongan kerja salah satu persyaratan yang diajukan adalah mampu bekerjasama di dalam satu tim. Beberapa jenis olahraga seperti sepakbola dan basket juga menuntut kerjasama yang baik di dalam satu tim untuk dapat mencapai kemenangan. Untuk dapat menjalin kerjasama yang baik setiap anggota tim harus menekankan egosentris, harga diri dan tidak boleh menang sendiri. Juga diperlukan kerelaan untuk berkorban bagi orang lain.

Hari ini kita belajar satu sikap luar biasa yang ditunjukkan oleh tiga orang hamba Tuhan yaitu Musa, Harun dan Hur. Ketika bangsa Israel harus menghadapi peperangan dengan bangsa Amalek (bangsa yang sangat kuat pada masa itu), mereka harus menghadapi pertempuran yang seru. Ketika Musa mengangkat tangan, bangsa Israel lebih kuat, tetapi ketika Musa menurunkan tangan bangsa Israel sangat lemah. Melihat hal ini Harun dan Hur langsung tanggap dan mengambil sebuah batu untuk tempat duduk Musa serta menopang kedua tangan Musa. Sehingga tangan Musa tetap terangkat sampai bangsa Israel mencapai kemenangan.
Dimanapun saat ini kita berada, entah itu sebagai pimpinan, karyawan di perusahaan maupun pelayan Tuhan tetap tidak bisa dihindari bahwa kerjasama tim merupakan hal yang mutlak diperlukan. Tidak terhitung berapa banyak organisasi baik yang bergerak di bidang social/pelayanan ataupun bisnis yang kandas ditengah jalan karena sudah tidak adanya kesehatian diantara mereka. Pengkhotbah menulis “Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.” Pkh 4:12.
Standar dunia menuntut kita untuk menang dalam setiap persaingan, tidak perduli apakah itu harus mengorbankan orang lain. Jangan terperdaya oleh standar dunia tentang harga diri dan keberhasilan. Karena bagi setiap orang yang sudah menyerahkan hidupnya kepada Yesus Kristus, Justru untuk meraih keberhasilan kita harus mau berkorban bagi orang lain.
Baca selengkapnya >>>>