Jumat, 28 Mei 2010

JUST CALL ME

Yeremia 33:3
Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.



Di Negara bagian Amerika, pemerintah telah menyediakan jalur khusus yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan dengan cepat dan segera dengan nomor telepon 911. Setiap masyarakat yang mengalami masalah dan memerlukan bantuan, mereka tinggal memencet nomor telepon tersebut dan mengutarakan masalahnya , maka petugas yang telah siap siaga segera datang memberikan bantuan. Apapun masalahnya,
apakah masalah kekerasan rumah tangga, kecelakaan, penyakit dan lain sebagainya, mereka tetap memberikan pelayanan yang terbaik dan dengan sigap memberikan jalan keluar atas permasalahan warganya. “JUST CALL IT”, itu slogan yang mereka sampaikan di dalam mengkampanyekan nomor itu.

Di dalam kehidupan umat Tuhan, Tuhan juga sudah menyatakan dan berjanji akan selalu siap sedia menolong orang yang berseru kepadaNya. Setiap seruan umatNya yang datang kepadaNya, Tuhan sudah berjanji akan menjawab dan akan memberikan jalan terbaik. Bahkan Yesus sendiri sudah mengatakan dan mengajak para umatNya yang letih dan lesu serta berbeban berat mau datang kepadaNya agar Dia memberikan kelegaan dan memberikan jalan keluar bagi setiap permasalahan umatNya. (Matius 11:28). Yang dibutuhkan Tuhan adalah, orang mau percaya dan datang kepadaNya. Tuhan mengatakan “JUST CALL ME”.

Tuhan sudah menyediakan diriNya dan berjanji akan memberikan kelegaan kepada setiap orang yang mau berseru kepadaNya. “JUST CALL ME”, kata Tuhan kepada umatNya melalui nabi Yeremia. Ketika umatNya mau berseru kepadaNYa, Tuhan sudah berjanji akan menjawab setiap keluhan, setiap permasalahan dan setiap pertanyaan yang diajukan oleh umatNYa. Bahkan lebih daripada itu, Tuhan juga berjanji akan memberikan dan membukakan rahasia yang lebih dahsyat lagi kepada umatNya yang mau datang kepadaNya. Tetapi masalahnya, umat Tuhan tidak pernah memahami janji Tuhan ini, Umat Tuhan sering lupa dan sering mengabaikan untuk datang kepada TUhan. Umat TUhan lebih senang datang kepada dukun, datang kepada orang pintar, datang kepada para normal dan datang kepada manusia lain yang mempunyai kekuatan supranatural untuk mengatasi setiap masalahnya. Manusia lebih senang membayar manusia lain yang mempunyai kemampuan untuk mengatasi masalahnya daripada datang kepada Tuhan yang gratis dan tidak dipungut bayaran. Ini semua karena manusia lebih mementingkan diri sendiri, manusia memiliki kesombongan karena menganggap bahwa segala sesuatunya dapat diukur dengan uang dan diselesaikan dengan cara sendiri dan kekuatan sendiri. Manusia menganggap bahwa dia tidak butuh Tuhan untuk menyelesaikan masalahnya. Melalui renungan kali ini, kita diingatkan bahwa Tuhan sudah memberikan kemudahan bagi umatNya yang memiliki masalah untuk datang kepadaNYa. Masalah apapun yang saudara miliki saat ini, apakah sakit penyakit, masalah karir yang belum meningkat, masalah pekerjaan yang belum diperoleh, masalah jodoh, masalah rumah tangga dan lain-lain, Tuhan sudah menyediakan diriNya untuk menjawab semua keluhan itu dan memberikan jalan keluarnya. “JUST CALL ME”, itu kata Tuhan dan datanglah kepadaNya, maka semua permasalahan saudara akan diberikan jalan keluar. Tuhan sudah memfasilitasi semuanya itu dan Dia hanya sejauh doa yang saudara sampaikan dengan hati yang hancur. Terpujilah nama Tuhan. AMin
Baca selengkapnya >>>>

Rabu, 26 Mei 2010

FARISI BARU

Matius 9:34
Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."

Di dalam Injil, sering terlihat peran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang selalu mengikuti kemana pun pelayanan yang dilakukan oleh Yesus. Mereka mengamat-amati, melihat, memperhatikan, mengkritik serta mengecam apapun yang dilakukan Yesus. Ketika Yesus menyembuhkan orang sakit di hari Sabat,
mereka menghubungkan pengetahuan yang mereka ketahui tentang hukum Taurat dengan perbuatan Yesus dan mengatakan bahwa hal itu bertentangan dan tidak diperbolehkan. Ketika Yesus mengusir roh jahat dari seseorang, mereka mengatakan bahwa Yesus melakukan semua itu dengan pertolongan penghulu setan. Ada begitu banyak komentar-komentar mereka yang berusaha menjatuhkan nama Yesus di mata para pengikutNya.

Peran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi masih sering terlihat dalam lingkungan kehidupan umat Tuhan pada saat ini. Tanpa sadar, umat Tuhan sering berperan seperti mereka, melihat, mengamat-amati, mengkritik bahkan mengecam umat Tuhan lain yang berbeda denominasi,berbeda aliran, berbeda tata cara ibadah dan berbeda dalam hal doktrin. Ketika hari Natal tiba, umat Tuhan yang satu melakukan perayaan Natal dengan segala bentuknya dan biaya yang beraneka ragam, umat lain mengecam dan mengatakan tidak perlu melakukan perayaan Natal karena itu tidak Alkitabiah dan merupakan upacara penyembahan berhala yang pernah dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Tuhan dan juga sebagai pemborosan. Ketika hari Pentakosta tiba, sebagian umat Tuhan dari denominasi tertentu melakukan doa selama sepuluh hari berturut-turut untuk dipenuhi Roh Kudus, umat lain mengecam dan berkata bahwa tidak perlu berdoa dan meminta kepenuhan Roh Kudus karena Roh Kudus sudah ada dalam diri orang percaya, mereka juga mengatakan bahwa percuma dipenuhi Roh Kudus kalau tidak bersaksi, percuma dipenuhi Roh Kudus kalau hanya ingin memuaskan hasrat diri sendiri dan lain sebagainya yang bertujuan agar orang tidak datang ke gereja untuk berdoa dan menjadi sama seperti mereka yang menghujat. Bahkan lebih keji lagi sudah berani menghakimi dengan mengatakan bahwa Roh Kudus yang dicurahkan bagi sebagian umat Tuhan pada hari Pentakosta adalah dari setan karena tidak mungkin lagi Roh Kudus melakukan hal itu dan lain sebagainya alasan mereka yang menghujat. Ketika dilakukan suatu KKR yang luar biasa hebat dan banyak terjadi mujizat, umat lain berkata dan mengecam bahwa orang-orang yang ikut KKR tersebut hanya mengejar mujizat dan hamba Tuhan yang melayani dikatakan hanya mau mencari ketenaran. Ada begitu banyak hal-hal yang diutarakan sebagai nada kritik dan mengecam seakan-akan pemahaman pengkritiklah yang paling benar tentang kebenaran. Perilaku mereka menjadi sama seperti orang Farisi. Penuh dengan kritik, penuh dengan nada penghakiman dan seakan-akan yang dilakukan oleh sebagian umat yang ada adalah salah dan tidak berdasarkan Alkitab. Adakah yang salah dalam semuanya itu? Mengapa sebagian orang menjadi seperti orang Farisi yang hanya tahunya mengkritik dan mengecam? Tidak adakah pekerjaan lain selain dari hal tersebut? Oh, alangkahnya sedihnya Tuhan Yesus apabila umatNya menjadi saling mengecam hanya karena berbeda pandangan dan berbeda perilaku dalam mengekpresikan imannya.

Tuhan Yesus tidak pernah mengecam siapapun yang berjalan bersama dengan Dia. Tuhan Yesus hanya bertentangan dengan orang yang meninggikan diri dan tidak mau menerima Dia. Itupun Dia tidak pernah menghakimi bahkan menghujat mereka yang bertentangan dengan Dia. Tuhan Yesus tidak mempersoalkan keragaman pemahaman tata cara menyembah Tuhan. Ketika Petrus bertanya kepada Yesus tentang murid yang lain dan apakah yang akan terjadi dengan murid tersebut, Tuhan Yesus menjawab bahwa itu bukanlah urusan Petrus. (Yohanes 21:21-22). Yang diinginkan Yesus dari diri Petrus adalah agar dia mengikut Yesus dan menggembalakan domba-dombaNya dengan benar, itu saja, titik. Urusan orang lain, urusan jemaat lain, urusan gereja lain adalah urusan Tuhan dan bukan urusan kita. Urusan tata ibadah adalah urusan Tuhan, urusan doktrin adalah urusan Tuhan. Benar atau salah doktrin suatu gereja adalah urusan Tuhan. UmatNya hanya diperintah untuk bersaksi, meluaskan Kerajaan Sorga, memberitakan tentang Yesus, melayani dan menggembalakan domba-dombaNya. Tapi masalahnya adalah, kita sering meniru perilaku orang-orang Farisi yang tahunya hanya mengkritik, yang tahunya hanya mengecam dan bahkan menghakimi umat Tuhan lainnya. Diperintahkan untuk bersaksi, yang dilakukan adalah mengkritik dan menghujat gereja lain. Disuruh melayani Tuhan, yang dikerjakan mencela tata ibadah gereja umat lain. Kita tanpa sadar berlaku munafik. Kita tanpa sadar telah menghakimi. Ingatlah, bahwa kita semua adalah hamba. Hamba hanya taat kepada Tuannya. Seorang hamba diharapkan hanya bekerja dan bekerja dan tidak bisa mengkritik, mengecam bahkan berbicara yang nadanya menghakimi hamba lainnya. Dalam Roma 14:4 dikatakan demikian : “Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.” Jadi, kita sebagai umat Tuhan, mari kita tidak mengkritik, tidak menghujat dan bahkan menghakimi sesama hamba Tuhan yang lain yang tidak sepaham dan tidak sealiran dengan kita, karena kita memiliki tuan yang sama yaitu Yesus Kristus. Jangan berperan seperti orang Farisi, tetapi jadilah sebagai hamba yang setia dan taat kepada perkataan Tuannya. Terpujilah nama Tuhan. Amin.
Baca selengkapnya >>>>

APAPUN MASALAHNYA, YESUSKU LUARBIASA

Yohanes 7:38
Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."

Ada sebuah iklan minuman teh yang sangat terkenal dengan slogan “APAPUN MAKANANNYA, TEH BOTOL SOSRO MINUMANNYA”. Suatu slogan yang sangat luar biasa, karena makanan dengan rasa yang bagaimanapun selalu cocok bila dibarengi dengan minuman yang satu ini.
Tidak ada yang tidak cocok, semuanya pas. Luar biasa pencipta dan penemu formulanya. Ketika meminum teh ini, ada kesegaran baru yang membuat kita kembali bersemangat. Ada gairah baru dan tenaga baru yang membuat kita bisa tersenyum kembali.

Manusia perlu makanan, itu pasti. Manusia perlu air minuman, itu sangat pasti. Kita tidak akan dapat kuat menjalani kehidupan ini kalau tidak makan. Kita akan merasa dahaga dan akan mengalami dehidrasi kalau tidak minum. Jadi jangan disepelekan mengenai makan dan minum ini. Kalau saudara tidak pernah makan dan minum, niscaya tidak akan ada kekuatan dan saudara akan menjadi lemah. Satu hari saja saudara tidak makan dan tidak minum, maka kondisi tubuh kita menjadi sangat lemah. Seperti seorang yang dehidrasi, tidak ada kekuatan, semua dalam keadaan lemah dan bisa mengakibatkan kematian. Sama halnya dengan makanan dan minuman jasmani, yang rohanipun sebenarnya memerlukan makanan dan minuman. Tuhan Yesus mengatakan bahwa tubuhNya adalah roti yang terpecah dan Dia memerintahkan kita yang percaya untuk memakannya (Matius 26:26). Dia juga mengatakan bahwa Dia akan memberikan kepada semua orang air hidup dan barang siapa percaya kepadaNya akan mengalir aliran-aliran air hidup.

Jasmani kita memerlukan makanan, rohani kita juga memerlukan makanan. Jasmani kita memerlukan minuman, rohani kita pun memerlukan minuman dan kesegaran. Ada begitu banyak orang tidak mengerti kondisi ini. Orang menganggap sepele akan hal ini dan jarang atau tidak pernah makan dan minum. Haus dan lapar akan firman Tuhan tidak ada dalam kehidupannya. Ini menyebabkan umat Tuhan menjadi lemah dan menjadi gampang terserang berbagai penyakit. Ketika menghadapi masalah, tubuh rohani kita yang tidak pernah diberikan makanan dan minuman, tidak dapat mengelola masalah itu dengan baik. Kita menjadi stres, menjadi kalut, menjadi cemas, menjadi bimbang, menjadi khawatir, bahkan bisa menjadi putus asa dan lain sebagainya. Tubuh rohani yang lemah menjadi gampang terserang berbagai jenis penyakit, seperti menjadi pemarah, penghujat, pencabul, pemburit, pendusta, suka berselisih, iri hati, dan lain sebagainya (Galatia 5:19-21). Namun sebaliknya, apabila tubuh rohani kita selalu haus dan lapar, selalu ingin diberi makan dan selalu ingin diberi minum dan kita selalu dipuaskan oleh firman Tuhan, maka tubuh rohani kita menjadi kuat. Tuhan Yesus sudah mengatakan bahwa Dialah roti hidup, barangsiapa datang kepadaNya, ia tidak lapar lagi, dan barang siapa yang percaya kepadaNya, ia tidak akan haus lagi (Yohanes 6:35). Kita yang selalu dipuaskan dengan roti hidup itu akan menjadi kuat, dan kita yang selalu diberi minum air kehidupan itu karena percaya kepadaNya, menjadi segar kembali. Itu sebabnya, ketika menghadapi masalah apapun, ketika sakit penyakit datang menyerang, ketika karir pekerjaan belum meningkat, ketika keadaan ekonomi keluarga belum membaik, ketika orang menyakiti hati kita, ketika orang memfitnah kita, ketika segala hal yang tidak mengenakkan itu terjadi dalam kehidupan kita, dan lain sebagainya, kita dapat menghadapinya karena firman itu telah memberikan kekuatan kepada kita setiap hari, karena air kehidupan itu yaitu Yesus Kristus selalu terpancar di dalam hati kita dan memberikan kesegaran setiap saat. Oleh karena itu, mari datang kepada Firman itu yang adalah roti hidup yaitu Yesus Kristus yang akan memberikan kekuatan yang baru kepadamu, dan percayalah kepadaNya yang akan selalu memberikan air kehidupan dan senantiasa memancarkan kesegaran yang baru di dalam hidupmu karena Yesus luar biasa. Jadi dalam kondisi apapun dan APAPUN MASALAHNYA, YESUSKU LUAR BIASA, karena di dalam Dia ada kemenangan, didalam Dia ada jalan keluar dan di dalam Dia ada kesegaran karena Dialah roti dan air hidup itu yang memberi kekuatan dan kesegaran kepada kita yang percaya kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Baca selengkapnya >>>>

Rabu, 27 Januari 2010

TETAP SEMANGAT DALAM SEGALA HAL

Ketika seseorang mau melangkah ke jalan yang benar dengan datang kepada Tuhan untuk beribadah, ada saja orang yang berusaha menghalanginya. Ada upaya orang lain agar dia mundur dan kembali kepada kehidupannya yang lama. Adanya intimidasi dari teman, keluarga, istri,anak-anak dan masyarakat sekitar membuat takut untuk beribadah,
adanya upaya menurunkan semangat dari masyarakat yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan pembakaran gereja dimana-mana, dan lain sebagainya menjadi hal yang biasa terjadi pada umat Tuhan yang mau memulai hidup baru dan mau dekat dengan Tuhan.

Sebenarnya hal ini adalah hal yang biasa terjadi pada umat Tuhan. Sebelum Tuhan Yesus datang ke dunia ini, bangsa Israel sebagai umat Tuhan juga mengalami hal yang sama. Bayangkan, ketika mereka baru pulang dari pembuangan dan mau memulai hidup baru dengan berniat membangun Bait Tuhan untuk dipakai beribadah, ada upaya-upaya pihak lain untuk menggagalkannya antara lain dengan cara berusaha menurunkan semangat umat Tuhan, membuat takut untuk membangun dan juga dengan menyogok pemerintah yang ada pada saat itu agar melarang pembangunan Bait Tuhan tersebut.(Ezra 4:4-5). Namun karena mereka percaya pada Firman Tuhan yang di sampaikan para nabi bahwa Tuhan menyertai, mereka tetap semangat dalam meneruskan pembangunan rumah Tuhan dan dalam beribadah kepada Tuhan.

Saudara, memang akhir-akhir ini umat-umat Tuhan cenderung menjadi khawatir dan bimbang untuk datang beribadah kepada Tuhan. Adanya pembakaran gereja di mana-mana membuat nyali sebagian umat Tuhan menjadi ciut, semangat untuk beribadah menjadi menurun dan ada ketakutan di dalam menjalankan aktivitas ibadahnya bersama dengan Tuhan. Umat Tuhan cenderung berpikir bahwa hidupnya nanti akan susah, berpikir bahwa dirinya bisa jadi korban kemarahan masyarakat sekitar, dan lain sebagainya apabila datang beribadah kepada Tuhan. Inilah inti persoalan yang menjadikan umat Tuhan tidak lagi mau datang beribadah kepada Tuhan yaitu tidak ada semangat. Padahal firman Tuhan telah katakan di dalam Matius 10:28 :” Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” Dalam hal ini kita diajak agar selalu setia datang kepadaNya dengan tidak takut dan gentar pada kondisi apapun, karena kita percaya bahwa Tuhan menyertai dan memelihara hidup kita. Kita harus tetap semangat menjalani hari-hari di dalam kehidupan yang semakin sukar dan semakin sulit untuk bergerak. Tanpa semangat niscaya kita akan semakin jauh dari Tuhan. Tanpa semangat niscaya hidup kita akan semakin hancur. Seperti bangsa Israel yang tetap semangat membangun Bait Suci walaupun ditolak dan diintimidasi, demikian juga kita Umat Tuhan, harus tetap semangat di dalam Tuhan dalam segala hal, semangat didalam bekerja, semangat di dalam beribadah, semangat di dalam melayani Tuhan, semangat di dalam menghadapi masalah dan semangat di dalam mengasihi orang-orang yang tidak menerima kehadiran kita. TETAP SEMANGAT DALAM SEGALA HAL. Tuhan Yesus memberkati.Amin
Baca selengkapnya >>>>

JAUHILAH YANG JAHAT

Dalam melakukan hubungan dengan sesama atau dengan saudara sendiri, mungkin kita pernah memperlakukan orang lain dengan tidak baik atau berusaha memperdayakannya. Kita dengan segala upaya tipu daya memperdayakan saudara sendiri agar harta warisan jatuh kepada diri sendiri. Dengan segala tipu daya berusaha untuk mengelabui teman sendiri sehingga kita diuntungkan. Dengan tipu daya yang licik mengelabui pimpinan sehingga dia mau tunduk dengan kita.
Dengan segala tipu daya kita memperdaya rekan bisnis sehingga bisnisnya tidak berjalan dengan baik. Dengan segala tipu daya mempermainkan pacar sehingga hidupnya rusak dan hancur, dan lain sebagainya. Dalam hal ini kita tidak memperlakukan orang lain dengan tidak baik. Sebagai anak Tuhan, tanpa sadar telah melakukan kejahatan di mata Tuhan. Tanpa sadar hati kita dipenuhi dengan rasa iri, rasa dengki dan dendam kepada sesama.

Rasul Paulus pernah menyurati jemaat Tesalonika untuk tidak melakukan hal yang tidak baik kepada sesama. Walaupun jemaat Tesalonika adalah jemaat yang hidupnya berkenaan kepada Tuhan, tapi rasul Paulus memandang perlu menasehati jemaat ini agar tetap hidup kudus di hadapan Tuhan dengan tidak memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya (I Tesalonika 4:6). Rasul Paulus mengingatkan agar Jemaat Tesalonika selalu memelihara hidup yang kudus dan menjauhi kejahatan.

Saudara, memperlakukan sesama dengan tidak baik, terlebih memperdayakannya adalah merupakan perbuatan yang tidak berkenan kepada Tuhan. Kita merasa iri kepada teman yang berhasil sehingga berusaha menjatuhkannya dengan menjelek-jelekkannya, kita merasa kurang dihargai oleh pimpinan sehingga berusaha menjatuhkan dan menguasai pimpinan dengan melakukan tipu daya yang menjadikannya seperti dicucuk hidung, kita tidak senang melihat tetangga hidup damai sehingga berusaha menghancurkan rumah tangga tetangga dan lain sebagainya adalah merupakan kejahatan di mata Tuhan. Ada begitu banyak kejahatan yang kita lakukan terhadap sesama. Padahal Firman Tuhan katakan agar kita jangan mengingini hal-hal yang jahat seperti yang pernah dilakukan oleh bangsa Israel kepada Tuhan (I Korintus 10:6) dan agar kita menjauhi hal tersebut. Apabila kita pernah melakukan kejahatan di mata Tuhan, bila hati kita dipenuhi dengan kebencian, iri hati, dendam dan lain sebagainya, ketahuilah bahwa kita sudah menjadi hamba iblis dan iblislah sebagai bapa orang yang mengingini kejahatan. (Yohanes 8:44). Kita harus bertobat dari jalan yang salah dan segera minta ampun kepada Tuhan. Dia akan membebaskan dari segala belenggu kejahatan ini. Oleh karena itu, melalui renungan ini kita diingatkan kembali oleh firman Tuhan agar jangan mengingini hal yang jahat yang dapat menjauhkan kita dari kasih karunia Tuhan. Tetapi mari kita mengasihi sesama kita dan menjalin hubungan dengannya di dalam kasih yang tiada putusnya. JAUHILAH YANG JAHAT. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Baca selengkapnya >>>>