Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Juli 2010

Hidup di dalam Roh Kudus


Yohanes 14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.


Kebutuhan terbesar dari seorang Kristen yang telah lahir baru adalah dipenuhi dengan Roh Kudus. Saat kita ada dibawah kendali Roh Kudus, kita akan mampu untuk terus meninggikan nama Tuhan Yesus Kristus. Tuhan akan ditinggikan dalam setiap perkataan dan tindakan kita.


Kehidupan Kristen adalah kehidupan yang penuh kuasa. Kita harus hidup dalam kuasa Allah. Tuhan memperlengkapi kita untuk hidup dengan kuasa-NYA. IA telah membawa kita kedalam kehidupan dan IA tinggal dalam hidup setiap kita serta memampukan kita yntuk hidup dalam kehendak-NYA. Saat kita menuruti perintah-NYA, IA menyatakan hadirat-NYA yang tanpa batas. Ia memampukan setiap kita dengan Roh Kudus-NYA.

Saat kita hidup didalam Roh-NYA yang kudus, pikiran kita, imaginasi kita, keputusan kita, dan tindakan kita akan seturut dengan Tuhan Yesus. Saat kita ada di dalam Roh Kudus-NYA, kita akan berada semakin dalam mengenal dan memahami jalan-jalan-NYA. Saat kita dipenuhi dengan Roh Kudus, hubungan kita dengan Tuhan Yesus akan semakin dalam dan dekat.Saat kita berada dalam kuasa-NYA, pikiran, emosi, dan kehendak kita akan seturut dengan kehendak-NYA. Saat kita berjalan seturut Roh-NYA, kehidupan doa kita akan diubahkan dan kita akan berdoa dengan hati dan visi sebagai orang yang dibenarkan oleh Allah.

@ http://www.gbika.org
Baca selengkapnya >>>>

Kamis, 01 Juli 2010

Sepak Bola Membawa Afrika Selatan Kepada Kristus



Sepak bola adalah olahraga favorit bagi anak-anak di Afrika Selatan. Berangkat dari hal itu, sebuah pelayanan di Afrika Selatan menggunakan olahraga untuk menjangkau jiwa-jiwa dengan kekuatan transformasi Injil.

Lebih Dari Sekedar Permainan

Sepak bola merupakan salah satu olahraga paling populer di Afrika Selatan, sebagaimana halnya di Orange Farms, sebuah daerah dekat Johannesburg.

“Saya suka sepak bola karena suatu hari nanti saya ingin menjadi seorang pemain profesional,” ujar seorang anak laki-laki yang sedang bermain.

“Sepak bola adalah olahraga favorit saya, dan ini adalah tahun kejayaan bagi sepak bola dunia,” ujar anak lainnya.

Tapi permainan bola yang sedang mereka mainkan memiliki tujuan yang berbeda – bola yang ditendang kesana kemari oleh anak-anak itu tidak hanya berwarna hitam dan putih tapi berwarna-warni. Setiap warna memiliki arti dan anak-anak tersebut menceritakan arti dari setiap warna bola yang mereka mainkan.



“Hitam adalah untuk dosa yang telah kita lakukan, dan penting bagi kita untuk mengingat hal itu,” ujar seorang anak laki-laki menggambarkan warna-warna dari bola yang ada di tangannya. “Merah adalah darah Yesus yang telah membasuh dosa-dosa kita. Putih adalah untuk Roh Kudus dan kuning menggambarkan ciptaan baru.”

Beberapa waktu lalu bola-bola tersebut disumbangkan untuk sebuah organisasi di Orange Farms yang bernama Royal Kids, sebuah pelayanan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai alkitabiah dalam kehidupan anak-anak melalui doa, pujian dan kepemimpinan Ilahi.

“Sebelum kami memberikan bola ini, ada sekitar 200-250 anak laki-laki. Tapi jika Anda datang sekitar pukul 4 sore, maka tempat itu akan dipenuhi oleh anak-anak,” ujar pastor Peter Sekhonyani.

Penginjilan Sepak Bola

Sebelum pertandingan dimulai, anak-anak diminta untuk menjelaskan makna dari warna-warna yang ada pada bola kepada teman-teman mereka.

“Ketika mereka memahami arti dari warna tersebut, mereka pun bebas untuk menendang bola tersebut dan itulah yang mereka lakukan,” jelas Sekhonyani.

Ketika bola-bola itu disumbangkan ke tempat ini, jumlah anak-anak yang datang ke Royal Kids bertambah dua kali lipat. Sekhonyani bersama dengan tim pelayanannya memanfaatkan pertumbuhan ini dengan menceritakan lebih banyak tentang Yesus kepada anak-anak ini.

“Sebelum datang ke Royal Kids, saya sering mencuri uang dan gula,” ujar seorang anak. “Tapi ketika saya datang ke Royal Kids, hidupku berubah menjadi lebih baik. Saya tidak lagi mencuri dan berkelahi.”

“Karena bola-bola ini 20 teman saya telah datang kepada Yesus,” ujar seorang anak lainnya.

“Penginjilan semacam ini menjadi semakin kuat di kalangan anak-anak yang memahami arti dari warna-warni pada bola dan menendangnya dengan sebuah pemahaman yang berbeda,” ujar Sekhonyani.

Pelayanan The Royal Kids dimulai dari Gereja Maranatha Revival di Orang Farms. Pelayanan ini sekarang berjalan setiap sore dan berkembang menjadi 18 Royal Kids centers di tiap wilayah – semuanya melakukan hal yang sama, semuanya mengalami pertumbuhan yang sama.

“Pendaftaran yang kami terima setiap Senin menunjukkan bahwa di 18 pusat pelayanan ini, kami memiliki lebih dari 5.300 anak-anak,” ujar Sekhonyani. “Pertumbuhan ini kami dapatkan setelah bola-bola itu kami terima.”

“Anak-anak itu datang ke gereja, mendengarkan Injil, dan melangkah maju ke depan ketika ada altar call – hal itu telah memberikan dorongan dan kepercayaan diri yang besar kepada kami,” ujarnya menambahkan.

Bahkan sebelum para pelatih tiba di sore hari, anak-anak yang sudah hadir berinisiatif untk memulai pertemuan, memimpin dalam doa, bernyanyi dan bersaksi akan kebaikan Tuhan dalam hidup mereka.

“Setelah dua atau tiga minggu, kami melihat orangtua juga datang karena anak-anak ini menginjili keluarga mereka sendiri,” ujar Sekhonyani. “Kami diajar bagaimana berdoa. Kami diajarkan bagaimana dosa-dosa kami telah diampuni. Kami diajarkan bagaimana menjalani hidup yang bersih dan menghormati orangtua. Para orangtua sangat tertarik ketika mereka mendengarkan hal ini. Kami tidak hanya melihat anak-anak datang ke gereja, tapi orangtua juga mulai datang ke gereja.”

Garam dan Terang

Melalui Royal Kids, anak-anak ini telah memilih untuk hidup secara berbeda di antara teman-teman yang ada di sekitar mereka.

“Dalam dua bulan terakhir terjadi kerusuhan di Orange Farms dan tidak satupun dari anak-anak ini yang berada di 18 pusat wilayah mengambil bagian dalam kerusuhan itu dan anak-anak ini berkata kepada diri mereka sendiri, “Kami lebih cerdas.” Mereka memahami bahwa ini adalah Injil Perdamaian, sebuah Injil Kasih, Injil yang menghormati satu sama lain,” ujar Sekhonyani melanjutkan. “Inilah yang kami lihat memancar dari kehidupan anak-anak ini.”

Dengan minat baru dalam sepakbola – berkat Piala Dunia dan sumbangan bola – Sekhonyani berniat untuk menggunakan daya tarik ini demi suatu tujuan yang lebih besar – untuk melihat generasi baru dari anak-anak muda diubahkan oleh pesan akan Yesus Kristus.

“Hal ini memberikan platform kepada setiap pemgkhotbah untuk memberitahu anak-anak ini apa yang mereka inginkan di dalam hidup,” ujarnya. “Bagaimana mereka dapat mencpai tujuan dalam hidup. Pribadi seperti apakah yang dapat membimbing mereka untuk melaluinya di dalam kehidupan... Apa yang Tuhan sampaikan kepadaku enam bulan yang lalu apa yang dibutuhkan generasi ini untuk mengubah sebuah bangsa. Itulah yang sedang kita lakukan saat ini di Royal Kids. Dengan kecepatan penuh kami sedang mengejar untuk memiliki anak-anak kerajaan di setiap propinsi dimana mereka dapat datang bersama-sama, mempelajari hal yang sama. Lebih dari sekedar event Piala Dunia, melalui sepak bola pada akhirnya kami akan melihat bagaimana sebuah generasi mengubah bangsa.”
Baca selengkapnya >>>>

TUHAN ITU BAIK

Mazmur 100:5
Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Ada satu lagu pujian yang salah satu liriknya berkata :”Kutahu Bapa pliharaku, Dia baik, Dia Baik, kuyakin Dia slalu sertaku, Dia baik, Dia baik,” dan seterusnya. Kita senantiasa menyanyikan lagu tersebut dan dengan yakin menyatakan bahwa Tuhan itu baik. Kita selalu mengatakan bahwa Tuhan itu baik, apabila kita menerima yang baik juga dari Dia.

Kita mengatakan bahwa Tuhan itu menyertai kita, apabila kita menerima berkat yang baik juga dari Dia. Namun ketika ada masalah, apakah kita masih mengatakan bahwa Tuhan itu baik? Ketika kita melihat orang fasik dan yang tidak mengenal Tuhan seakan diberkati Tuhan, apakah kita masih dapat mengatakan bahwa Tuhan itu baik?


Dalam kehidupan sehari-hari, kita memang cenderung egois dan selalu mementingkan diri sendiri. Mengapa? karena dalam segala hal, kita cenderung menginginkan yang baik dari Tuhan. Segala doa, segala permohonan, segala keinginan dan segala rencana adalah hal-hal yang baik. Hal itu memang manusiawi dan sah-sah saja. Siapa sih yang menginginkan yang buruk dalam kehidupannya? Apabila hal yang baik yang kita minta dari Tuhan, namun hal yang buruk terjadi dalam hidup kita, inilah yang menjadi renungan kita pada saat ini. Ketika kita meminta kesehatan yang baik ada dalam kehidupan, namun yang terjadi dalam hidup kita sebaliknya adalah sakit penyakit, apakah kita masih mengatakan Tuhan itu baik? Ketika kita meminta agar Tuhan menjadikan kita kepala dan bukan ekor, namun sebaliknya karir pekerjaan kita masih biasa-biasa saja, apakah kita masih mengatakan bahwa Tuhan itu baik? Ketika kita dalam perjalanan, kita meminta pertolongan Tuhan agar disertai dan dilindungi, namun sebaliknya terjadi kecelakaan yang membawa korban, apakah kita mengatakan bahwa Tuhan itu baik? Ketika meminta seorang anak kepada Tuhan, tetapi bertahun-tahun belum dikaruniai seorang anak, apakah kita masih mengatakan Tuhan itu baik? Mungkin pada saat terjadinya hal yang buruk dalam kehidupan kita, kita masih dapat berkata bahwa Tuhan itu baik. Namun apabila masalah tersebut terjadi berkepanjangan dan berlarut-larut serta tidak tahu sampai kapan masalah tersebut akan selesai, masihkah kita mengatakan bahwa Tuhan itu baik?

Tuhan itu memang baik. Ini adalah suatu pernyataan yang memang harus kita pegang selama kita hidup. Baik suka maupun duka, kita harus tetap mengatakan bahwa Tuhan itu baik. Coba lihat Ayub yang mengalami suatu masalah yang bertubi-tubi dan berkepanjangan, Ayub tetap mengatakan Tuhan itu baik dan tidak pernah dalam hidupnya menista Tuhan. Pemazmur Asaf juga mengatakan dalam suatu kesempatan bahwa sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya. (Mazmur 73:1). Mengapa dia dapat menyimpulkan hal ini? Pada awalnya, Asaf sebenarnya kecewa kepada Tuhan karena cemburu melihat orang fasik dan orang yang tidak mengenal Tuhan seakan diberkati dan tidak ada sakit penyakit serta kesusahan yang mereka derita. Asaf menyangka bahwa Tuhan memberkati mereka, padahal sebenarnya tidak. Asaf baru menyadari bahwa orang fasik dan orang yang tidak mengenal Tuhan akan mengalami kebinasaan. Dan dia mengetahui hal tersebut dalam suatu penglihatan dimana orang-orang fasik ditaruh di tempat yang licin dan akan jatuh hancur dengan kekayaan mereka (Mazmur 73:17-18). Itulah sebabnya dia mengatakan bahwa Tuhan itu baik bagi orang yang tulus hatinya. Nabi Nahum juga mengatakan bahwa TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya dan menyeberangkan mereka pada waktu banjir. Ia menghabisi sama sekali orang-orang yang bangkit melawan Dia, dan musuh-Nya (Nahum 1;7-8). Nahum menyatakan hal ini karena sebagai nabi dia sudah mengalami dan mengetahui bagaimana kesudahan orang-orang yang menentang Tuhan. Kita baru tahu bahwa Tuhan itu baik, setelah segala sesuatunya berakhir dengan baik. Kita baru tahu, bahwa masalah yang ada dalam kehidupan kita adalah proses bagi kita untuk mengenal Tuhan lebih baik lagi sehingga kita dapat berkata bahwa Tuhan itu baik. Oleh karena itu, ketika ada masalah, tetaplah bersekutu dengan Tuhan dan biarkan Tuhan memegang dengan tangan kananNya sehingga kita masih dapat mengatakan bahwa Tuhan itu baik (Mazmur 73:23). Katakan dengan iman bahwa Tuhan itu baik. Puji nama Tuhan.
Baca selengkapnya >>>>

Jumat, 25 Juni 2010

TAK PERNAH KECEWA

Yudas 1:16
Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.

Pernahkah saudara merasa kecewa? Setiap orang pasti pernah merasa kecewa. Dikecewakan pacar, dikecewakan orang tua, teman, istri, suami, atasan di kantor dan lain sebagainya. Sebagai pengikut Kristus, sebagai pelayan Kristus dan sebagai hamba Tuhan, kita kadang kala merasa kecewa atas segala sesuatu yang terjadi pada diri kita. Kecewa atas hidup yang Tuhan beri, kecewa atas karir pekerjaan yang belum meningkat, kecewa atas makanan hari ini, kecewa atas prestasi anak yang memburuk, kecewa atas penghasilan yang pas-pasan, kecewa atas segala sesuatu. Kita kecewa, karena adanya masalah yang menimpa kehidupan kita yang seakan-akan tidak punya jalan keluar. Kita kecewa karena selalu ingin mengikuti dan melampiaskan keinginan hati kita sendiri.


Yohanes Pembaptis juga pernah merasa kecewa. Betapa tidak, sebagai pelayan Tuhan yang sudah memberitakan tentang kedatangan Yesus sang Juru Selamat, bahkan dia sudah menyaksikan sendiri bagaimana Tuhan menyatakan kepada orang banyak bahwa Yesus adalah Tuhan, menjadi ragu dan kecewa akan keberadaan Yesus sebagai Mesias karena adanya masalah yang menimpa dia. Ketika Yohanes menghadapi masalah dan dipenjara, dia kecewa kepada Yesus karena mengharap Yesus sebagai Mesias mau datang ke penjara dan mengeluarkan dia dari sana. Tetapi apa yang diharapkan dan diinginkannya tidak pernah terwujud. Itu sebabnya dia mengirim utusan untuk menanyakan kepada Yesus apakah memang Yesus adalah orang yang datang itu atau harus menunggu yang lain. (Lukas 7:19). Dia kecewa karena apa yang diharapkannya tidak terwujud.


Masalah yang menimpa anak-anak Tuhan sering membuat hati menjadi kecewa bahkan menjadi ragu akan diri Yesus yang adalah Tuhan. Ketika melihat tetangga hidup seakan penuh dengan berkat karena harta yang begitu melimpah, kita iri hati dan kecewa terhadap kehidupan sendiri. Kita bertanya kepada diri sendiri, apakah benar Yesus yang kita percaya dan kita sembah adalah Tuhan? Kalau Yesus adalah Tuhan, mengapa Dia tidak menolong mengangkat kehidupan kita menjadi sama seperti tetangga yang ada? Mengapa hidup orang percaya kepada Yesus begitu menderita? Firman Tuhan katakan dalam Ulangan 28:13 bahwa kita akan menjadi kepala dan bukan ekor, tapi kenapa hidup kita terus menerus seperti dihimpit masalah dan seakan tidak diberkati, karir di kantor tidak mengalami peningkatan dan lain sebagainya? Kita kecewa karena ada keinginan hati kita yang tidak terwujud. Kita kecewa karena hasrat hati kita ingin dilampiaskan dan dipenuhi oleh Tuhan. Kita kecewa karena segala rencana yang dibuat tidak ada satupun yang terlaksana. Kita kecewa karena tidak menyertakan Tuhan dalam segala hal dan kita kecewa karena tidak membiarkan Tuhan berkarya atas kehidupan kita serta tidak mau menerima apa yang Tuhan beri kepada kita. Kita kecewa karena tidak mau mengucap syukur atas segala hal, baik suka maupun duka. Menggerutu dan mengeluh akan nasib yang ada, itulah yang sering kita lakukan. Jadi bagaimana sekarang? Apa yang harus dilakukan? Yesus berkata kepada utusan Yohanes bahwa berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Dia. (Luk 7:23). Jadi, jangan pernah kecewa mengiring Yesus karena hal itulah yang membuat kita berbahagia. Hidup di dalam Yesus ada suka cita. Ketika ada rasa kecewa itu, mintalah Roh Kudus untuk memampukan dan memberikan sukacita kepada kita, sehingga kita mampu untuk menghadapi setiap masalah dan tidak menjadi kecewa dan menolak Dia. Katakan bahwa kita tidak pernah kecewa mengiring Yesus. Puji nama Tuhan.
Baca selengkapnya >>>>

Sabtu, 12 Juni 2010

PERCAYA KEPADA YESUS BUKAN KARENA MUJIZAT

Mazmur 105:5-6
Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya,hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya!


Siapa bilang mujizat tidak ada lagi? Siapa bilang mujizat hanya berlaku di jaman Alkitab? Ada begitu banyak orang tidak percaya akan adanya mujizat.

Mereka memakai akal pikiran mereka sendiri seakan-akan Tuhan tidak mampu untuk melakukan segala perkara. Akal pikiran yang terbatas dibuat untuk mengukur kemampuan Tuhan yang tidak terbatas. Mereka percaya kepada Tuhan tapi tidak percaya pada mujizat. Hal ini sama saja dengan mengatakan bahwa Tuhan bukanlah Maha Kuasa. Hal ini sama saja dengan mengatakan bahwa kemampuan manusia adalah sama dengan Tuhan. Tetapi sebaliknya, ada orang percaya kepada mujizat dan pernah mengalami mujizat bahkan melakukan mujizat, tetapi tidak percaya kepada Tuhan. Mereka malah menganggap mujizat sebagai kewajiban Tuhan untuk diperlihatkan kepada mereka.Seberapa pentingkah mujizat bagi kita? Mungkin bagi kita yang sedang menantikan mujizat, hal ini sangatlah penting dan teramat penting. Bagi orang yang tidak percaya kepada mujizat, hal itu tidaklah penting dan malah akan mentertawakannya. Tapi masalahnya adalah, pada akhir jaman Tuhan tidak pernah mempermasalahkan seberapa banyak mujizat yang kita alami, Tuhan tidak mempermasalahkan seberapa banyak mujizat yang kita perbuat (Matius 7:22). Malah sebaliknya, mujizat yang kita alami akan dipertanyakan untuk pertanggungjawaban kita. Apakah dengan mujizat yang kita alami telah membuat kita makin percaya kepadaNya ataukah akan membuat kita semakin tidak percaya kepadaNya dan malah tidak mau bertobat dan berpaling kepadaNya. Yesus pernah mengecam kota-kota yang banyak mengalami mujizat, tetapi banyak diantara penduduknya tidak percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat (Matius 11:20-24).

Mujizat diperlihatkan Tuhan sebagai tanda kepada manusia akan keberadaanNya yang Maha Kuasa. Tuhan menghendaki agar orang yang mengalami mujizat dapat datang kepadaNya dan bertobat serta menyerahkan sepenuhnya hidupnya kepada Tuhan. Tapi ada begitu banyak orang tidak percaya kepada Tuhan, walaupun begitu banyak mujizat yang diperlihatkan kepadanya. Firaun tetap tidak percaya kepada Tuhan walaupun Musa telah menunjukkan begitu banyak Mujizat Tuhan kepadaNya. (Keluaran 2-12). Kesepuluh orang kusta yang telah mengalami mujizat kesembuhan oleh Yesus, hanya satu orang yang datang kembali kepadaNya dan memuliakan Tuhan (Lukas 17:11-19). Yang sembilan orang tidak lagi datang dan mungkin mereka sudah melupakan Yesus sebagai penyembuh mereka. Mereka hanya menganggap Yesus sebagai manusia yang mempunyai kemampuan lebih yang bisa melakukan mujizat. Kita sering berperilaku seperti Firaun yang hanya melihat mujizat tapi tidak percaya kepada Tuhan, atau seperti kesembilan orang kusta yang hanya menginginkan mujizat Tuhan tapi tidak mau mengingat dan datang kepada Tuhan untuk memuliakan Dia. Sampai sekarang mujizat masih ada dan masih terjadi baik diantara orang yang percaya kepada Tuhan maupun yang belum percaya kepada Tuhan. Pertanyaannya sekarang, apakah kita pernah mengingat kebaikan Tuhan kepada kita yang telah membuat suatu mujizat bagi kehidupan kita? Apakah kita mengingat Tuhan Yesus yang telah berkarya atas kehidupan kita dan kita mau datang kepadaNya serta menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepadaNya? Ingatlah, bahwa kehidupan kita penuh dengan mujizat. Setiap langkah dari kehidupan kita ditopang oleh Tuhan dan itu adalah mujizat karena Dia Maha Kuasa untuk memberikan kita nafas kehidupan. Oleh karena itu, datanglah kepadaNya dan serahkanlah kehidupan kita kepadaNya dengan sepenuh hati bukan hanya karena Dia telah memberikan mujizat, tapi karena kita telah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, Dialah yang Maha Kuasa yang berkuasa atas seluruh hidup kita di bumi dan di sorga. Mujizat itu nyata dan terjadi setiap saat di dalam kehidupan kita. Terpujilah nama Tuhan. Haleluyah. Amin
Baca selengkapnya >>>>

SEPAKAT MEMINTA

Mat 18:19
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.


Tuhan mengatakan dalam Matius 7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Tapi mengapa ada begitu banyak umat Tuhan yang telah meminta kepada Tuhan sekian tahun tapi belum juga memperoleh apa yang dimintanya?
Ada orang meminta seorang anak dalam rumah tangganya, tapi belum juga dikaruniakan seorang anakpun. Ada seorang jemaat berdoa untuk pemulihan gereja, untuk pemulihan kota atau pemulihan bangsa, tapi pemulihan belum terjadi. Atau ketika meminta sesuatu kepada Tuhan, ada begitu banyak orang yang belum dijawab doa-doanya oleh Tuhan. Mengapa? Masih adakah yang kurang?

Kita mungkin sudah berdoa dan berdoa, tapi apakah kita sudah mendengar firman Tuhan? kita menginginkan sesuatu dari Tuhan, tapi kita tidak mengenal Tuhan yang kita sembah dan kita minta. Mengenal Tuhan dapat dilakukan melalui firman yang selalu didengar baik melalui pembacaan Alkitab setiap hari maupun melalui khotbah-khotbah yang disampaikan oleh para hambaNya. Atau mungkin kita sudah mengenal Dia dan selalu mendengar sabdaNya, tapi belum juga memperoleh apa yang kita inginkan. Ada sesuatu yang mungkin menghambat doa-doa yang kita sampaikan kepada Tuhan. Ketahuilah, bahwa di dalam kehidupan berumah tangga, kita dapat berperan sebagai anak, sebagai kakak, sebagai orang tua dan lain sebagainya. Disini mengandung pengertian bahwa di dalam rumah tangga, kita bukanlah terdiri dari hanya anak saja, hanya orang tua, atau hanya seorang diri saja, tetapi sudah lebih dari satu orang dan merupakan suatu kumpulan kolektif. Ketika meminta sesuatu yang sifatnya kolektif seperti meminta seorang anak, yang meminta bukanlah hanya istri atau hanya suami, tapi sudah sepasang yaitu suami istri.

Itu sebabnya, ada begitu banyak orang yang doanya tidak dikabulkan salah satunya dikarenakan tidak sepakat didalam berdoa. Suami yang putus asa karena belum punya anak, atau dia punya kebencian kepada istri yang belum bisa memberikan anak bagi dirinya, sehingga mereka berjalan sendiri-sendiri dan istri hanya seorang diri saja yang berdoa kepada Tuhan, ini berarti mereka belum sepakat. Demikian sebaliknya istri yang belum bertobat dan membiarkan suami berjalan dan berdoa seorang diri untuk meminta pertolongan kepada Tuhan, berarti mereka belum sepakat untuk mengajukan permohonan kepada Tuhan. Ada satu yang harus dibereskan terlebih dahulu di hadapan Tuhan yaitu memenangkan suami atau istri dan baru menghadap Tuhan secara bersama-sama, berdoa bersama-sama dan memanjatkan puji-pujian secara bersama-sama. Demikian juga di dalam gereja Tuhan, kita berdoa bersama-sama dengan saudara seiman di dalam Tuhan dan bersehati serta sepakat dengan sungguh untuk pemulihan gereja, maka Tuhan akan memulihkan gereja Tuhan. Ketika seluruh umat Tuhan di suatu kota berkumpul bersama-sama dan sepakat menaikkan pujian dan penyembahan untuk pemulihan kota, maka Tuhan akan turun tangan memulihkan kota tersebut. Ketika seluruh umat Tuhan di seluruh Indonesia sepakat untuk pemulihan dan transformasi bangsa, ketika keluarga-keluarga serentak dengan kesungguhan hati menaikkan pujian dan pengagungan kepada Tuhan, maka Tuhan akan melawat bangsa dan negara Indonesia tercinta ini. Pemulihan tidak terjadi karena masing-masing gereja berjalan sendiri, masing-masing anggota gereja berjalan sendiri, masing-masing anggota rumah tangga berjalan sendiri. Tapi pemulihan akan terjadi apabila seluruh anggota rumah tangga sepakat untuk meminta, seluruh anggota gereja sepakat untuk meminta, seluruh tubuh Kristus sepakat untuk meminta pemulihan, karena Tuhan sudah berjanji bahwa Jika dua orang di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa yang di sorga. Apakah kita sudah sepakat dengan suami, dengan istri, dengan anak, atau dengan anggota jemaat lain, untuk menaikkan doa permohonan kita kepada Tuhan?. Mulaiah dari sekarang dan rasakan kuasaNya. Tuhan Yesus memberkati.
Baca selengkapnya >>>>

MENGAKUI YESUS DI HADAPAN MANUSIA

Lukas 12:8-9
Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.


Siapakah yang kita kagumi dalam hidup ini? Apakah orang tua, pacar, pemimpin gereja atau pemimpin negara? Ada orang berkata bahwa yang dikaguminya adalah Mahatma Gandhi karena perjuangannya yang begitu penuh damai dan tidak dengan kekerasan. Ada lagi orang berkata bahwa yang dikaguminya adalah Sukarno karena penuh dengan kharisma kepemimpinan. Sangat jarang kita mendengar orang, terutama umat Tuhan yang mengatakan bahwa yang dikaguminya adalah Yesus Kristus. Mengapa?
Karena pada umumnya umat Tuhan malu untuk mengatakan sesuatu yang dianggap berbau agama. Atau karena Tuhan Yesus dianggap sesuatu yang tidak riil dan tidak pernah ada di dunia ini, sehingga tidak mau mengagumi yang tidak riil. Menganggap bahwa kita masih di dunia dan harus dapat menyatakan sesuatu yang masih membumi.

Ini masih mengenai hal mengagumi, bagaimana dengan masalah mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan. Ada orang yang tidak mau bahkan tidak berani mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan. Bahkan untuk menunjukkan bahwa dirinya seorang Kristen juga tidak berani. Kenapa? Karena takut orang lain akan menjauhinya. Padahal firman Tuhan katakan bahwa Roh yang ada di dalam kita, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. (1Yoh 4:4). Dan lagi firman Tuhan di dalam Roma 8:15 juga mengatakan : “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"Apakah ada sesuatu yang salah dalam diri kita sehingga kita begitu takut kepada orang lain? Apakah kita masih belum terbebas dari belenggu iblis sehingga begitu takut untuk mengakui Yesus di hadapan orang lain?

Tapi ada juga yang berkilah dan beragumentasi serta beralasan dengan membawa ayat firman Tuhan yang mengatakan bahwa kita harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Matius 10:16). Sehingga ketika ditanya mengenai agama yang dianut, kita tidak mau menyebut agama kita. Kita pura-pura mengatakan kepada lawan bicara untuk tidak menyinggung soal agama. Padahal maksud firman ini bukanlah seperti itu. Maksud firman ini adalah agar kita mempunyai berbagai macam cara dalam menghadapi orang-orang yang berniat jahat atau orang-orang yang tidak menerima keberadaan kita di dalam pemberitaan Injil. Ayat firman Tuhan ini bukan mengajak kita untuk tidak mengakui Yesus di hadapan manusia. Sama seperti Daniel dan kawan-kawan yang bijaksana dalam menerapkan imannya di dalam lingkungan pekerjaan mereka di pembuangan Babel. Mereka tetap mengaku sebagai anakTuhan dan tidak menajiskan diri dengan makanan raja, tetapi mereka juga tampil dengan bijaksana di dalam pekerjaannya. Kalau kita tidak berani meyatakan kekaguman kita terhadap Tuhan, bagaimana kita menyatakan dan mengakui Dia sebgai Tuhan dan Juruselamat di hadapan orang lain? Tuhan Yesus sudah mengatakan bahwa kalau kita mengakui Dia di depan manusia, Yesus juga akan mengakui kita di hadapan para malaikatNya dan sebaliknya apabila kita tidak mau mengakui Dia di hadapan manusia, maka Dia juga akan menyangkal kita di hadapan Bapa di sorga. Jadi bagaimana sekarang? Apakah kita tetap dengan pandangan kita dan tidak berani menyatakan kekaguman kita terhadap Yesus Kristus ataukah kita berani seperti Daniel yang mau menyatakan imannya kepada banyak orang? Pertimbangkanlah sendiri. Yang pasti, apabila kita berani menyatakan kegaguman kita kepada Yesus Kristus di hadapan banyak orang, maka kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" (Ibrani 13:6). Nyatakanlah kekagumanmu kepada semua orang dan akuilah Dia dalam segala tingkah lakumu, maka Tuhan akan memberikan kekuatan dan nama Tuhan dipermuliakan. Haleluyah. Terpujilah nama Tuhan.
Baca selengkapnya >>>>

PERCAYA SEPENUH HATI

Yohanes 14:11
Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.


Siapakah yang kita percayai dalam kehidupan ini, apakah teman, sahabat, orang tua, pendeta atau orang lain yang mempengaruhi kehidupan kita?
Di rumah kita mempercayai orang tua karena menganggap orang tua adalah segalanya, tetapi kita dapat kecewa karena ternyata orang tua tidak seperti yang kita harapkan. Di gereja kita mempercayai pendeta atau pemimpin gereja, tetapi ternyata kita dapat kecewa karena pendeta juga manusia yang bisa punya salah dan terbatas kemampuannya. Di luar itu, kita juga percaya kepada kemampuan dukun atau orang pintar untuk segala mengatasi masalah atau penyakit yang dialami. Ada begitu banyak orang lebih percaya kepada dukun dan orang pintar untuk kesembuhan penyakitnya ataupun pemecahan masalahnya daripada kepada Tuhan.


Ketika kita ditanya mengapa lebih percaya kepada dukun atau orang pintar daripada kepada Tuhan, orang pada umumnya menjawab bahwa dukun lebih riil dan lebih cepat memperoleh kesembuhan daripada perrcaya kepada Tuhan yang samar-samar. Ada lagi yang menjawab bahwa dukun atau orang pintar hanyalah sarana yang dipakai Tuhan untuk suatu kesembuhan, jadi layak untuk dipercayai. Kita percaya kepada pekerjaan-pekerjaan yang telah ditunjukkan oleh dukun atau orang pintar yaitu memperoleh kesembuhan, memperoleh kekayaan, memperoleh kenikmatan-kenikmatan dan lain sebagainya. Kita sudah mendengar bahwa dukun cilik Ponari dapat menyembuhkan berbagai penyakit, maka kita datang dan percaya kepadanya untuk minta kesembuhan. Kita sudah mendengar bahwa Mama Laurent dapat mengetahui keadaan masa depan, maka kita datang dan percaya kepada apa yang dikatakannya.


Namun, apakah kita percaya apa yang telah dikatakan Alkitab mengenai Yesus Kristus? Alkitab telah menceritakan begitu banyak hal mengenai Yesus Kristus, mulai dari Perjanjian Lama yang menubuatkan tentang kedatanganNya sampai kepada Perjanjian Baru yang telah menggenapi nubuatan tersebut. Ada begitu banyak orang tidak percaya kepada pemberitaan firman Tuhan.Kenapa? karena mereka mengeraskan hati terhadap firman Tuhan yang telah mereka dengar dan juga karena firman Tuhan ditelaah secara akal pikiran manusia sehingga sering menjadi tidak logis. Ada begitu banyak orang tidak percaya Alkitab sebagai firman Tuhan. Kenapa? Karena Alkitab dipandang dan diperlakukan sebagai buku bacaan biasa yang berisi dongeng dan cerita masa lalu nenek moyang bangsa Israel. Alkitab tidak dipercayai sebagai firman Tuhan juga karena adanya kebencian terhadap bangsa Israel yang ada saat ini. Yesus sudah mengatakan kepada murid-muridNya dan kita semua agar percaya kepadaNya bahwa Dia didalam Bapa dan Bapa di dalam Dia atau setidak-tidaknya karena pekerjaan yang dilakukanNya. Kita sudah merasakan begitu besar kasih dan pengorbananNya kepada manusia. Dia juga telah melakukan segala perkara kepada murid-murid, melakukan banyak mujizat seperti air menjadi anggur, orang lumpuh menjadi berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang mati dibangkitkan, memberi makan begitu banyak orang dengan hanya beberapa ekor ikan dan roti dan lain sebagainya. Pada saat sekarang, kita juga sudah melihat dan merasakan mujizat Tuhan, kuasa Tuhan dan lain sebagainya di dalam kehidupan kita, tetapi kenapa kita masih belum mempercayai Yesus sepenuhnya sebagai Tuhan dan juruselamat kita? Di satu sisi kita percaya bahwa Dia memberikan berkat kepada kita yang percaya kepadaNya, tetapi di sisi lain kita menaruh harapan kepada orang pintar yang dapat memberikan kekayaan. Di satu sisi kita percaya kepada Yesus yang dapat menyembuhkan, tetapi di sisi lain kita percaya dan menaruh harapan kepada pengobatan-pengobatan alternatif yang merupakan bentuk praktek perdukunan jaman baru yang dipermodern seperti hypnotherapi, pengobatan batu giok, pengobatan jarak jauh, dan lain sebagainya. Firman Tuhan mengatakan bahwa tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kita tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24). Kalau kita percaya kepada Yesus Kristus yang dapat melakukan segala perkara, maka kita harus menyerahkan sepenuhnya segala masalah, segala penyakit dan segala pergumulan kita kepadaNya. Jangan setengah-tengah, setengah percaya kepada Tuhan dan setengah percaya kepada dukun dan orang pintar. Pilihlah dengan tegas pada hari ini, percaya sepenuhnya kepada Tuhan Yesus dan menyerahkan segala masalah, segala penyakit dan lain sebagainya kepadaNya, atau percaya sepenuhnya kepada dukun dan orang pintar. Tetapi, aku dan seisi rumahku percaya sepenuh hati kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Yosua 24:15). Bagaimana dengan Saudara? Haleluyah.
Baca selengkapnya >>>>

Jumat, 28 Mei 2010

YESUS KRISTUS ADALAH DASAR SEGALA SESUATU

I Korintus 3:11
Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.


Indonesia memiliki dasar negara yaitu Pancasila dimana dasar pertama ditetapkan adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Negara memandang perlu untuk meletakkan dasar pertama Ketuhanan yang Maha Esa karena segala sesuatu memang berasal dari Tuhan.
Negara ini bisa berdiri karena berkat dan rahmat Tuhan yang Maha Kuasa yang telah memberikan kelimpahan berupa kemerdekaan bagi bangsa Indonesia dari penjajahan. Dan sebagai wujud terima kasih bangsa ini kepada Tuhan, maka ditetapkanlah dasar yang pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sama seperti bangsa dan negara Indonesia, umat Tuhan juga harus meletakkan dan memiliki dasar atau fondasi sebagai landasan berpijak dalam kehidupannya. Mengapa? Karena tanpa dasar yang kokoh maka kehidupan kita akan rapuh dan mudah patah. Kehidupan yang tanpa dasar atau fondasi akan menjadi mudah diombang-ambingkan segala macam masalah, mudah menjadi gelisah, mudah menjadi takut, khawatir, bimbang dan ragu dalam menjalani kehidupan, gampang putus asa serta tidak berpengharapan. Pertanyaannya sekarang adalah, apa yang menjadi fondasi kita? Mungkin kita berpikir bahwa fondasi yang kokoh adalah uang karena dengan uang segalanya dapat diperoleh dan dengan uang kita dapat mengatur segalanya. Mungkin sebagian berpendapat bahwa fondasi yang kokoh dalam rumah tangga adalah harta kekayaan yang melimpah yang tidak habis tujuh keturunan sehingga masa depan anak dan cucu bisa terjamin. Jadi, apakah dengan memiliki uang dan memiliki kekayaan yang melimpah dapat dijadikan sebagai dasar hidup? Apakah dengan demikian kegelisahan, kekhawatiran, ketakutan, kecemasan dan keraguan dan lain sebagainya tidak ada dalam kehidupan saudara? Inilah yang menjadi bahan perenungan kita bersama, mengapa ada begitu banyak orang tidak mengalami damai sejahtera ketika uang dan kekayaan menjadi dasar hidupnya.

Ketika Tuhan meletakkan dasar bagi kehidupan umat Israel yaitu Hukum Taurat yang disampaikan melalui Musa di Gunung Sinai, tidak ada yang sanggup untuk melaksanakannya dengan sempurna. Hukum Taurat begitu berat untuk dilaksanakan. Hukum Taurat masih merupakan bayang-bayang dari keselamatan yang akan datang. Namun syukur bagi Tuhan, karena KasihNya yang begitu besar kepada manusia, Tuhan kembali memberikan dasar yang baru yaitu sebuah batu penjuru agar manusia dapat hidup. Sang Batu penjuru itu adalah Yesus Kristus. Siapa yang percaya kepada Batu Penjuru itu, tidak akan gelisah (Yesaya 28:16). Namun masalahnya adalah, ada begitu banyak orang yang tidak mau menerima batu itu sebagai dasar atau sebagai batu penjuru dalam hidupnya, dalam rumah tangganya, dalam pekerjaannya dan ada begitu banyak orang membuang batu itu karena dianggap tidak layak dijadikan dasar dalam kehidupannya. (Kisah 4:11). Ada begitu banyak orang berusaha mengganti batu itu dengan kekayaan, dengan uang, dengan jabatan, dengan filsafat-filsafat, dengan dongeng turun-temurun dan lain sebagainya. Itu sebabnya, ada begitu banyak orang menjadi gelisah, menjadi khawatir, menjadi takut dalam menghadapi kehidupannya dan tidak memiliki pengharapan. Ketika mengalami masalah rumah tangga, kita menjadi goyah. Ketika menghadapi masalah keuangan, kita menjadi khawatir. Ketika penyakit tidak kunjung sembuh, kita menjadi ragu, dan lain sebagainya. Ingatlah, bahwa kita tidak dapat menggantikan dan meletakkan dasar yang lain selain yang telah diberikan Tuhan kepada kita, yaitu Yesus Kristus. Yesus Kristus telah membebaskan kita dari segala belenggu dosa, dari segala kutuk, dari segala kekhawatiran, dari segala ketakutan, kecemasan dan lain sebagainya. Yesus Kristus telah menjamin kita untuk dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Keselamatan telah ada di dalam tanganNya dan telah diberikan kepada orang yang percaya kepadaNya. Oleh karena itu, mari kita jadikan Yesus Kristus sebagai batu penjuru, sebagai dasar dalam kehidupan kita, dalam rumah tangga kita, dalam pekerjaan kita dan dalam menghadapi hari-hari yang tidak menentu, karena didalam Yesus ada kepastian dan di dalam Yesus ada kemenangan. YESUS KRISTUS ADALAH DASAR SEGALA SESUATU. Terpujilah nama Tuhan. Amin.
Baca selengkapnya >>>>

JANGAN BERPUTUS ASA KETIKA MASALAH DATANG MENERPA

Ibrani 12:3
Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.


Putus asa merupakan hal yang kadang kala dapat dialami oleh seseorang. Kehilangan kendali, kehilangan arah tujuan hidup dan tidak ada pengharapan. Seakan-akan dunia ini begitu kecil, seakan-akan semua masalah tidak ada yang dapat diselesaikan,
semua buntu dan tidak ada jalan keluar. Ada begitu banyak fakta ketika kita membaca di Koran dan media massa , orang melakukan bunuh diri karena sudah putus asa. Mereka yang bunuh diri dikarenakan alasan putus cinta, dikarenakan masalah keuangan yang tak kunjung membaik, masalah keluarga, masalah aib, atau masalah-masalah lainnya. Putus asa terjadi karena tidak ada tujuan hidup yang ingin dicapai, tidak ada teladan yang harus diikuti, dan tidak ada yang memimpin kita dalam menghadapi berbagai persoalan.

Putus asa juga hampir dialami oleh umat Tuhan yang diceritakan di dalam kitab Ibrani. Oleh karena itu, Kitab Ibrani mengingatkan umat TUhan untuk dapat belajar dari penderitaan yang dialami Yesus ketika menghadapi orang-orang berdosa yang selalu menghina, menghujat, mengecam bahkan menindas serta menfitnah Dia. Umat Tuhan dinasehati agar selalu melakukan segala sesuatu dengan mata yang tertuju kepada Yesus dan menjadikanNya sebagai teladan dalam hidup. Hal ini bermaksud agar para jemaat dan umat TUhan tidak menjadi lemah ketika menghadapi berbagai-bagai persoalan hidup yang melanda mereka karena pada saat itu mereka sedang mengalami pergumulan yang begitu hebat namun belum sampai mencucurkan darah (ayat 4). Umat Tuhan diingatkan agar jangan putus asa.

Hal yang lebih buruk dari suatu masalah adalah putus asa. Putus asa memang hal yang membuat segala sesuatu tidak dapat lagi dilakukan karena tidak ada lagi pengharapan dan tidak ada lagi tujuan yang ingin dicapai. Putus asa sering dibarengi dengan cara menyudahi hidup dengan bunuh diri. Kenapa? Karena merasa tidak ada lagi yang perlu dilakukan di dunia ini dan merasa semua sudah berakhir. Penyakit yang diderita yang tak kunjung sembuh bertahun-tahun membuat orang menjadi putus asa karena merasa tidak ada lagi yang dapat menolong dan menyembuhkannya. Ya, buat apa lagi hidup seperti itu, mungkin itu yang ada dalam pikirannya. Aib yang dialami karena merasa dipermalukan akibat perkosaan, akibat ditinggal hamil oleh pacar tercinta, dan lain sebagainya, membuat orang menjadi putus asa dan segera mengakhiri hidup dengan bunuh diri karena tidak tahan menghadapi hinaan dan gunjingan tetangga dan orang-orang terdekat. Masalah rumah tangga yang begitu kompleks dan begitu berat membuat orang menjadi tidak berarti dan menganggap lebih baik menyudahi hidup dengan minum racun atau gantung diri. Ada begitu banyak penderitaan yang tidak sanggup dihadapi yang membuat orang mengambil keputusan untuk segera mengakhiri hidupnya. Ingatlah, bahwa semua hal yang membuat keputusan untuk melakukan bunuh diri bukanlah penyelesaian masalah. Putus asa bukanlah gambaran orang yang tekun, bukanlah gambaran orang yang berpribadi dan bukanlah gambaran orang yang ber-Tuhan. Ketika saudara menghadapi permasalahan, baik masalah rumah tangga, masalah sakit penyakit dan masalah-masalah lainnya bahkan adanya aib sekalipun, itu dapat dipulihkan.Masalah dapat diselesaikan dan dipulihkan kalau kita tidak menyerah dengan keadaan yang ada, kalau kita berusaha mencoba segala cara yang bisa kita perbuat seraya tidak lupa mengarahkan hati dan pikiran kita kepada Yesus Kristus. Seberat apapun masalah yang dihadapi, kita harus berserah kepada Tuhan Yesus dan kita harus percaya bahwa di balik semua itu TUhan punya rencana yang indah dalam kehidupan kita. JANGAN BERPUTUS ASA KETIKA MASALAH DATANG MENERPA. Hadapilah dengan penuh semangat dan berserah kepada kehendak Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Baca selengkapnya >>>>

JUST CALL ME

Yeremia 33:3
Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.



Di Negara bagian Amerika, pemerintah telah menyediakan jalur khusus yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan dengan cepat dan segera dengan nomor telepon 911. Setiap masyarakat yang mengalami masalah dan memerlukan bantuan, mereka tinggal memencet nomor telepon tersebut dan mengutarakan masalahnya , maka petugas yang telah siap siaga segera datang memberikan bantuan. Apapun masalahnya,
apakah masalah kekerasan rumah tangga, kecelakaan, penyakit dan lain sebagainya, mereka tetap memberikan pelayanan yang terbaik dan dengan sigap memberikan jalan keluar atas permasalahan warganya. “JUST CALL IT”, itu slogan yang mereka sampaikan di dalam mengkampanyekan nomor itu.

Di dalam kehidupan umat Tuhan, Tuhan juga sudah menyatakan dan berjanji akan selalu siap sedia menolong orang yang berseru kepadaNya. Setiap seruan umatNya yang datang kepadaNya, Tuhan sudah berjanji akan menjawab dan akan memberikan jalan terbaik. Bahkan Yesus sendiri sudah mengatakan dan mengajak para umatNya yang letih dan lesu serta berbeban berat mau datang kepadaNya agar Dia memberikan kelegaan dan memberikan jalan keluar bagi setiap permasalahan umatNya. (Matius 11:28). Yang dibutuhkan Tuhan adalah, orang mau percaya dan datang kepadaNya. Tuhan mengatakan “JUST CALL ME”.

Tuhan sudah menyediakan diriNya dan berjanji akan memberikan kelegaan kepada setiap orang yang mau berseru kepadaNya. “JUST CALL ME”, kata Tuhan kepada umatNya melalui nabi Yeremia. Ketika umatNya mau berseru kepadaNYa, Tuhan sudah berjanji akan menjawab setiap keluhan, setiap permasalahan dan setiap pertanyaan yang diajukan oleh umatNYa. Bahkan lebih daripada itu, Tuhan juga berjanji akan memberikan dan membukakan rahasia yang lebih dahsyat lagi kepada umatNya yang mau datang kepadaNya. Tetapi masalahnya, umat Tuhan tidak pernah memahami janji Tuhan ini, Umat Tuhan sering lupa dan sering mengabaikan untuk datang kepada TUhan. Umat TUhan lebih senang datang kepada dukun, datang kepada orang pintar, datang kepada para normal dan datang kepada manusia lain yang mempunyai kekuatan supranatural untuk mengatasi setiap masalahnya. Manusia lebih senang membayar manusia lain yang mempunyai kemampuan untuk mengatasi masalahnya daripada datang kepada Tuhan yang gratis dan tidak dipungut bayaran. Ini semua karena manusia lebih mementingkan diri sendiri, manusia memiliki kesombongan karena menganggap bahwa segala sesuatunya dapat diukur dengan uang dan diselesaikan dengan cara sendiri dan kekuatan sendiri. Manusia menganggap bahwa dia tidak butuh Tuhan untuk menyelesaikan masalahnya. Melalui renungan kali ini, kita diingatkan bahwa Tuhan sudah memberikan kemudahan bagi umatNya yang memiliki masalah untuk datang kepadaNYa. Masalah apapun yang saudara miliki saat ini, apakah sakit penyakit, masalah karir yang belum meningkat, masalah pekerjaan yang belum diperoleh, masalah jodoh, masalah rumah tangga dan lain-lain, Tuhan sudah menyediakan diriNya untuk menjawab semua keluhan itu dan memberikan jalan keluarnya. “JUST CALL ME”, itu kata Tuhan dan datanglah kepadaNya, maka semua permasalahan saudara akan diberikan jalan keluar. Tuhan sudah memfasilitasi semuanya itu dan Dia hanya sejauh doa yang saudara sampaikan dengan hati yang hancur. Terpujilah nama Tuhan. AMin
Baca selengkapnya >>>>

Rabu, 26 Mei 2010

FARISI BARU

Matius 9:34
Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."

Di dalam Injil, sering terlihat peran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang selalu mengikuti kemana pun pelayanan yang dilakukan oleh Yesus. Mereka mengamat-amati, melihat, memperhatikan, mengkritik serta mengecam apapun yang dilakukan Yesus. Ketika Yesus menyembuhkan orang sakit di hari Sabat,
mereka menghubungkan pengetahuan yang mereka ketahui tentang hukum Taurat dengan perbuatan Yesus dan mengatakan bahwa hal itu bertentangan dan tidak diperbolehkan. Ketika Yesus mengusir roh jahat dari seseorang, mereka mengatakan bahwa Yesus melakukan semua itu dengan pertolongan penghulu setan. Ada begitu banyak komentar-komentar mereka yang berusaha menjatuhkan nama Yesus di mata para pengikutNya.

Peran ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi masih sering terlihat dalam lingkungan kehidupan umat Tuhan pada saat ini. Tanpa sadar, umat Tuhan sering berperan seperti mereka, melihat, mengamat-amati, mengkritik bahkan mengecam umat Tuhan lain yang berbeda denominasi,berbeda aliran, berbeda tata cara ibadah dan berbeda dalam hal doktrin. Ketika hari Natal tiba, umat Tuhan yang satu melakukan perayaan Natal dengan segala bentuknya dan biaya yang beraneka ragam, umat lain mengecam dan mengatakan tidak perlu melakukan perayaan Natal karena itu tidak Alkitabiah dan merupakan upacara penyembahan berhala yang pernah dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Tuhan dan juga sebagai pemborosan. Ketika hari Pentakosta tiba, sebagian umat Tuhan dari denominasi tertentu melakukan doa selama sepuluh hari berturut-turut untuk dipenuhi Roh Kudus, umat lain mengecam dan berkata bahwa tidak perlu berdoa dan meminta kepenuhan Roh Kudus karena Roh Kudus sudah ada dalam diri orang percaya, mereka juga mengatakan bahwa percuma dipenuhi Roh Kudus kalau tidak bersaksi, percuma dipenuhi Roh Kudus kalau hanya ingin memuaskan hasrat diri sendiri dan lain sebagainya yang bertujuan agar orang tidak datang ke gereja untuk berdoa dan menjadi sama seperti mereka yang menghujat. Bahkan lebih keji lagi sudah berani menghakimi dengan mengatakan bahwa Roh Kudus yang dicurahkan bagi sebagian umat Tuhan pada hari Pentakosta adalah dari setan karena tidak mungkin lagi Roh Kudus melakukan hal itu dan lain sebagainya alasan mereka yang menghujat. Ketika dilakukan suatu KKR yang luar biasa hebat dan banyak terjadi mujizat, umat lain berkata dan mengecam bahwa orang-orang yang ikut KKR tersebut hanya mengejar mujizat dan hamba Tuhan yang melayani dikatakan hanya mau mencari ketenaran. Ada begitu banyak hal-hal yang diutarakan sebagai nada kritik dan mengecam seakan-akan pemahaman pengkritiklah yang paling benar tentang kebenaran. Perilaku mereka menjadi sama seperti orang Farisi. Penuh dengan kritik, penuh dengan nada penghakiman dan seakan-akan yang dilakukan oleh sebagian umat yang ada adalah salah dan tidak berdasarkan Alkitab. Adakah yang salah dalam semuanya itu? Mengapa sebagian orang menjadi seperti orang Farisi yang hanya tahunya mengkritik dan mengecam? Tidak adakah pekerjaan lain selain dari hal tersebut? Oh, alangkahnya sedihnya Tuhan Yesus apabila umatNya menjadi saling mengecam hanya karena berbeda pandangan dan berbeda perilaku dalam mengekpresikan imannya.

Tuhan Yesus tidak pernah mengecam siapapun yang berjalan bersama dengan Dia. Tuhan Yesus hanya bertentangan dengan orang yang meninggikan diri dan tidak mau menerima Dia. Itupun Dia tidak pernah menghakimi bahkan menghujat mereka yang bertentangan dengan Dia. Tuhan Yesus tidak mempersoalkan keragaman pemahaman tata cara menyembah Tuhan. Ketika Petrus bertanya kepada Yesus tentang murid yang lain dan apakah yang akan terjadi dengan murid tersebut, Tuhan Yesus menjawab bahwa itu bukanlah urusan Petrus. (Yohanes 21:21-22). Yang diinginkan Yesus dari diri Petrus adalah agar dia mengikut Yesus dan menggembalakan domba-dombaNya dengan benar, itu saja, titik. Urusan orang lain, urusan jemaat lain, urusan gereja lain adalah urusan Tuhan dan bukan urusan kita. Urusan tata ibadah adalah urusan Tuhan, urusan doktrin adalah urusan Tuhan. Benar atau salah doktrin suatu gereja adalah urusan Tuhan. UmatNya hanya diperintah untuk bersaksi, meluaskan Kerajaan Sorga, memberitakan tentang Yesus, melayani dan menggembalakan domba-dombaNya. Tapi masalahnya adalah, kita sering meniru perilaku orang-orang Farisi yang tahunya hanya mengkritik, yang tahunya hanya mengecam dan bahkan menghakimi umat Tuhan lainnya. Diperintahkan untuk bersaksi, yang dilakukan adalah mengkritik dan menghujat gereja lain. Disuruh melayani Tuhan, yang dikerjakan mencela tata ibadah gereja umat lain. Kita tanpa sadar berlaku munafik. Kita tanpa sadar telah menghakimi. Ingatlah, bahwa kita semua adalah hamba. Hamba hanya taat kepada Tuannya. Seorang hamba diharapkan hanya bekerja dan bekerja dan tidak bisa mengkritik, mengecam bahkan berbicara yang nadanya menghakimi hamba lainnya. Dalam Roma 14:4 dikatakan demikian : “Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.” Jadi, kita sebagai umat Tuhan, mari kita tidak mengkritik, tidak menghujat dan bahkan menghakimi sesama hamba Tuhan yang lain yang tidak sepaham dan tidak sealiran dengan kita, karena kita memiliki tuan yang sama yaitu Yesus Kristus. Jangan berperan seperti orang Farisi, tetapi jadilah sebagai hamba yang setia dan taat kepada perkataan Tuannya. Terpujilah nama Tuhan. Amin.
Baca selengkapnya >>>>

APAPUN MASALAHNYA, YESUSKU LUARBIASA

Yohanes 7:38
Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."

Ada sebuah iklan minuman teh yang sangat terkenal dengan slogan “APAPUN MAKANANNYA, TEH BOTOL SOSRO MINUMANNYA”. Suatu slogan yang sangat luar biasa, karena makanan dengan rasa yang bagaimanapun selalu cocok bila dibarengi dengan minuman yang satu ini.
Tidak ada yang tidak cocok, semuanya pas. Luar biasa pencipta dan penemu formulanya. Ketika meminum teh ini, ada kesegaran baru yang membuat kita kembali bersemangat. Ada gairah baru dan tenaga baru yang membuat kita bisa tersenyum kembali.

Manusia perlu makanan, itu pasti. Manusia perlu air minuman, itu sangat pasti. Kita tidak akan dapat kuat menjalani kehidupan ini kalau tidak makan. Kita akan merasa dahaga dan akan mengalami dehidrasi kalau tidak minum. Jadi jangan disepelekan mengenai makan dan minum ini. Kalau saudara tidak pernah makan dan minum, niscaya tidak akan ada kekuatan dan saudara akan menjadi lemah. Satu hari saja saudara tidak makan dan tidak minum, maka kondisi tubuh kita menjadi sangat lemah. Seperti seorang yang dehidrasi, tidak ada kekuatan, semua dalam keadaan lemah dan bisa mengakibatkan kematian. Sama halnya dengan makanan dan minuman jasmani, yang rohanipun sebenarnya memerlukan makanan dan minuman. Tuhan Yesus mengatakan bahwa tubuhNya adalah roti yang terpecah dan Dia memerintahkan kita yang percaya untuk memakannya (Matius 26:26). Dia juga mengatakan bahwa Dia akan memberikan kepada semua orang air hidup dan barang siapa percaya kepadaNya akan mengalir aliran-aliran air hidup.

Jasmani kita memerlukan makanan, rohani kita juga memerlukan makanan. Jasmani kita memerlukan minuman, rohani kita pun memerlukan minuman dan kesegaran. Ada begitu banyak orang tidak mengerti kondisi ini. Orang menganggap sepele akan hal ini dan jarang atau tidak pernah makan dan minum. Haus dan lapar akan firman Tuhan tidak ada dalam kehidupannya. Ini menyebabkan umat Tuhan menjadi lemah dan menjadi gampang terserang berbagai penyakit. Ketika menghadapi masalah, tubuh rohani kita yang tidak pernah diberikan makanan dan minuman, tidak dapat mengelola masalah itu dengan baik. Kita menjadi stres, menjadi kalut, menjadi cemas, menjadi bimbang, menjadi khawatir, bahkan bisa menjadi putus asa dan lain sebagainya. Tubuh rohani yang lemah menjadi gampang terserang berbagai jenis penyakit, seperti menjadi pemarah, penghujat, pencabul, pemburit, pendusta, suka berselisih, iri hati, dan lain sebagainya (Galatia 5:19-21). Namun sebaliknya, apabila tubuh rohani kita selalu haus dan lapar, selalu ingin diberi makan dan selalu ingin diberi minum dan kita selalu dipuaskan oleh firman Tuhan, maka tubuh rohani kita menjadi kuat. Tuhan Yesus sudah mengatakan bahwa Dialah roti hidup, barangsiapa datang kepadaNya, ia tidak lapar lagi, dan barang siapa yang percaya kepadaNya, ia tidak akan haus lagi (Yohanes 6:35). Kita yang selalu dipuaskan dengan roti hidup itu akan menjadi kuat, dan kita yang selalu diberi minum air kehidupan itu karena percaya kepadaNya, menjadi segar kembali. Itu sebabnya, ketika menghadapi masalah apapun, ketika sakit penyakit datang menyerang, ketika karir pekerjaan belum meningkat, ketika keadaan ekonomi keluarga belum membaik, ketika orang menyakiti hati kita, ketika orang memfitnah kita, ketika segala hal yang tidak mengenakkan itu terjadi dalam kehidupan kita, dan lain sebagainya, kita dapat menghadapinya karena firman itu telah memberikan kekuatan kepada kita setiap hari, karena air kehidupan itu yaitu Yesus Kristus selalu terpancar di dalam hati kita dan memberikan kesegaran setiap saat. Oleh karena itu, mari datang kepada Firman itu yang adalah roti hidup yaitu Yesus Kristus yang akan memberikan kekuatan yang baru kepadamu, dan percayalah kepadaNya yang akan selalu memberikan air kehidupan dan senantiasa memancarkan kesegaran yang baru di dalam hidupmu karena Yesus luar biasa. Jadi dalam kondisi apapun dan APAPUN MASALAHNYA, YESUSKU LUAR BIASA, karena di dalam Dia ada kemenangan, didalam Dia ada jalan keluar dan di dalam Dia ada kesegaran karena Dialah roti dan air hidup itu yang memberi kekuatan dan kesegaran kepada kita yang percaya kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Baca selengkapnya >>>>

Rabu, 27 Januari 2010

TETAP SEMANGAT DALAM SEGALA HAL

Ketika seseorang mau melangkah ke jalan yang benar dengan datang kepada Tuhan untuk beribadah, ada saja orang yang berusaha menghalanginya. Ada upaya orang lain agar dia mundur dan kembali kepada kehidupannya yang lama. Adanya intimidasi dari teman, keluarga, istri,anak-anak dan masyarakat sekitar membuat takut untuk beribadah,
adanya upaya menurunkan semangat dari masyarakat yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan pembakaran gereja dimana-mana, dan lain sebagainya menjadi hal yang biasa terjadi pada umat Tuhan yang mau memulai hidup baru dan mau dekat dengan Tuhan.

Sebenarnya hal ini adalah hal yang biasa terjadi pada umat Tuhan. Sebelum Tuhan Yesus datang ke dunia ini, bangsa Israel sebagai umat Tuhan juga mengalami hal yang sama. Bayangkan, ketika mereka baru pulang dari pembuangan dan mau memulai hidup baru dengan berniat membangun Bait Tuhan untuk dipakai beribadah, ada upaya-upaya pihak lain untuk menggagalkannya antara lain dengan cara berusaha menurunkan semangat umat Tuhan, membuat takut untuk membangun dan juga dengan menyogok pemerintah yang ada pada saat itu agar melarang pembangunan Bait Tuhan tersebut.(Ezra 4:4-5). Namun karena mereka percaya pada Firman Tuhan yang di sampaikan para nabi bahwa Tuhan menyertai, mereka tetap semangat dalam meneruskan pembangunan rumah Tuhan dan dalam beribadah kepada Tuhan.

Saudara, memang akhir-akhir ini umat-umat Tuhan cenderung menjadi khawatir dan bimbang untuk datang beribadah kepada Tuhan. Adanya pembakaran gereja di mana-mana membuat nyali sebagian umat Tuhan menjadi ciut, semangat untuk beribadah menjadi menurun dan ada ketakutan di dalam menjalankan aktivitas ibadahnya bersama dengan Tuhan. Umat Tuhan cenderung berpikir bahwa hidupnya nanti akan susah, berpikir bahwa dirinya bisa jadi korban kemarahan masyarakat sekitar, dan lain sebagainya apabila datang beribadah kepada Tuhan. Inilah inti persoalan yang menjadikan umat Tuhan tidak lagi mau datang beribadah kepada Tuhan yaitu tidak ada semangat. Padahal firman Tuhan telah katakan di dalam Matius 10:28 :” Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” Dalam hal ini kita diajak agar selalu setia datang kepadaNya dengan tidak takut dan gentar pada kondisi apapun, karena kita percaya bahwa Tuhan menyertai dan memelihara hidup kita. Kita harus tetap semangat menjalani hari-hari di dalam kehidupan yang semakin sukar dan semakin sulit untuk bergerak. Tanpa semangat niscaya kita akan semakin jauh dari Tuhan. Tanpa semangat niscaya hidup kita akan semakin hancur. Seperti bangsa Israel yang tetap semangat membangun Bait Suci walaupun ditolak dan diintimidasi, demikian juga kita Umat Tuhan, harus tetap semangat di dalam Tuhan dalam segala hal, semangat didalam bekerja, semangat di dalam beribadah, semangat di dalam melayani Tuhan, semangat di dalam menghadapi masalah dan semangat di dalam mengasihi orang-orang yang tidak menerima kehadiran kita. TETAP SEMANGAT DALAM SEGALA HAL. Tuhan Yesus memberkati.Amin
Baca selengkapnya >>>>

JAUHILAH YANG JAHAT

Dalam melakukan hubungan dengan sesama atau dengan saudara sendiri, mungkin kita pernah memperlakukan orang lain dengan tidak baik atau berusaha memperdayakannya. Kita dengan segala upaya tipu daya memperdayakan saudara sendiri agar harta warisan jatuh kepada diri sendiri. Dengan segala tipu daya berusaha untuk mengelabui teman sendiri sehingga kita diuntungkan. Dengan tipu daya yang licik mengelabui pimpinan sehingga dia mau tunduk dengan kita.
Dengan segala tipu daya kita memperdaya rekan bisnis sehingga bisnisnya tidak berjalan dengan baik. Dengan segala tipu daya mempermainkan pacar sehingga hidupnya rusak dan hancur, dan lain sebagainya. Dalam hal ini kita tidak memperlakukan orang lain dengan tidak baik. Sebagai anak Tuhan, tanpa sadar telah melakukan kejahatan di mata Tuhan. Tanpa sadar hati kita dipenuhi dengan rasa iri, rasa dengki dan dendam kepada sesama.

Rasul Paulus pernah menyurati jemaat Tesalonika untuk tidak melakukan hal yang tidak baik kepada sesama. Walaupun jemaat Tesalonika adalah jemaat yang hidupnya berkenaan kepada Tuhan, tapi rasul Paulus memandang perlu menasehati jemaat ini agar tetap hidup kudus di hadapan Tuhan dengan tidak memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya (I Tesalonika 4:6). Rasul Paulus mengingatkan agar Jemaat Tesalonika selalu memelihara hidup yang kudus dan menjauhi kejahatan.

Saudara, memperlakukan sesama dengan tidak baik, terlebih memperdayakannya adalah merupakan perbuatan yang tidak berkenan kepada Tuhan. Kita merasa iri kepada teman yang berhasil sehingga berusaha menjatuhkannya dengan menjelek-jelekkannya, kita merasa kurang dihargai oleh pimpinan sehingga berusaha menjatuhkan dan menguasai pimpinan dengan melakukan tipu daya yang menjadikannya seperti dicucuk hidung, kita tidak senang melihat tetangga hidup damai sehingga berusaha menghancurkan rumah tangga tetangga dan lain sebagainya adalah merupakan kejahatan di mata Tuhan. Ada begitu banyak kejahatan yang kita lakukan terhadap sesama. Padahal Firman Tuhan katakan agar kita jangan mengingini hal-hal yang jahat seperti yang pernah dilakukan oleh bangsa Israel kepada Tuhan (I Korintus 10:6) dan agar kita menjauhi hal tersebut. Apabila kita pernah melakukan kejahatan di mata Tuhan, bila hati kita dipenuhi dengan kebencian, iri hati, dendam dan lain sebagainya, ketahuilah bahwa kita sudah menjadi hamba iblis dan iblislah sebagai bapa orang yang mengingini kejahatan. (Yohanes 8:44). Kita harus bertobat dari jalan yang salah dan segera minta ampun kepada Tuhan. Dia akan membebaskan dari segala belenggu kejahatan ini. Oleh karena itu, melalui renungan ini kita diingatkan kembali oleh firman Tuhan agar jangan mengingini hal yang jahat yang dapat menjauhkan kita dari kasih karunia Tuhan. Tetapi mari kita mengasihi sesama kita dan menjalin hubungan dengannya di dalam kasih yang tiada putusnya. JAUHILAH YANG JAHAT. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Baca selengkapnya >>>>

10 Trik Jitu Mendapatkan & Mempertahankan Persahabatan

Pernah dengar tembang That’s what friends are for, yang dilantunkan Dionne Warwick kan? Lirik lagu yang pernah sangat ngetop di tahun 80-an itu, kayaknya pas untuk menggambarkan betapa pentingnya sebuah persahabatan.

Sahabat itu memang bukan sekadar menjadi teman curhat, teman gaul, tapi juga teman kita di segala suasana, suka maupun duka. Nggak heran, saking pentingnya, maka harga persahabatan itu tak bisa ditawar-tawar. Bahkan tidak pernah bisa tergantikan.


Itulah kenapa tidak sedikit orang yang mengaku menjalin sebuah pertemanan itu sulit, apalagi membangun persahabatan yang diyakini lebih kental unsur kedekatannya itu. Padahal, upaya dan inisiatif mereka dalam membangun persahabatan, tidak bisa dikatakan sembarangan. Bukan cuma rajin menelepon atau mengundang main ke tempat kos, tapi ada juga yang sampai memenej waktu sedemikian rupa agar bisa kursus bahasa Jepang bersama-sama. Kalau begitu, dimana letak kesalahnnya?

Mungkin nggak ada yang salah. Tapi, untuk mendapat sahabat sejati itu memang perlu bersabar. Hal terpenting adalah tidak memaksakan kehendak. Biarkan benih kebersamaan muncul dan tumbuh secara alami. Ada baiknya juga untuk berpegang pada filosofi To have a friend, be a friend. Artinya, bila ingin mendapatkan sahabat, maka Anda harus menjadi sahabat bagi orang itu.

Selain berpegang pada filosofi itu, guna mendapatkan kualitas persahabatan yang solid, Anda bisa mengikuti beberapa langkah berikut ini:

1. Jadilah diri sendiri. Jika Anda percaya kalau diri Anda cukup worthy bagi sebuah persahabatan, maka sikap dan perilaku Anda akan terlihat dari segala hal yang Anda lakukan. Nah, banyak orang yang merasa nyaman dan berpikir positif bila berkawan dengan mereka yang memiliki rasa percaya diri yang cukup baik.

2. Loyal. Sifat loyal merupakan salah satu pilar utama dalam sebuah persahabatan yang solid. Bagaimana tidak. Anda tentunya ingin dipercaya dan bisa mempercayai sahabat Anda bukan? Pun Anda tentu ingin sahabat Anda tetap bersama Anda di saat Anda tengah dalam kesulitan, begitu juga sebaliknya. Untuk itulah dibutuhkan yang namanya rasa setia.

3. Tidak anti kritikan. Sahabat yang sebenarnya konon adalah mereka yang tidak cuma rajin memuji tapi gemar pula memberi kritikan positif. Untuk itu Anda tak perlu anti dengan kritikan mereka karena toh tujuannya demi kebaikan Anda juga bukan?

4. Ringan tangan. Sahabat Anda akan sangat menghargai segala kebaikan dan pertolongan yang Anda berikan. Terlebih jika Anda melakukannya dengan ketulusan hati tanpa embel-embel sesuatu dan tanpa harus diminta olehnya.

5. Fair-minded. Sebagai sahabat, tentunya akan lebih baik jika Anda menelaah sebuah persoalan bersama dari sudut pandang yang berbeda. Cara tersebut kemungkinan akan lebih cepat menyelesaikan permasalahan.

6. Mau mendengar. Dalam menjalin persahabatan, Anda sebaiknya bukan cuma asal mendengar curhat-nya, tapi cobalah untuk memberikan perhatian dan jangan memonopoli pembicaraan.

7. Jangan gunakan teman Anda sebagai penasihat pribadi. Kenapa? Dikit-dikit, curhat, pasti bikin Anda jadi teman yang membosankan. Lain halnya bila Anda telah bertanya pada sahabat Anda apakah ia mau mendengarkan masalah Anda.

8. Berbagi kebahagiaan dengan sahabat. Jangan cuma waktu curhat saja Anda ingat teman, tapi waktu lagi bahagia juga perlu.

9. Jangan lupa ultah teman. Mengingat hari-hari khusus teman adalah keharusan. Kirim kartu atau bunga, untuk menunjukkan bahwa sahabat Anda bernilai besar.

10. Tunjukkan bahwa Anda memikirkan dia ketika Anda tidak bersamanya. Caranya macam-macam, bisa kirim kartu, e-mail, SMS, atau tinggalkan pesan di teleponnya, bila tidak sempat bertemu. Atau, bisa juga Anda kirim artikel dari majalah yang dia sukai
Baca selengkapnya >>>>

MARI TINGGIKAN YESUS

Menjadi percaya kepada Yesus sebagai Mesias, sebagai Juru Selamat manusia, sebagai Tuhan, tidaklah dapat dilakukan dengan akal sehat. Banyak orang yang telah membaca Injil, telah mendengar tentang Yesus tidak dapat menerima keberadaanNya sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
Banyak orang yang telah melihat mujizat Yesus dinyatakan dan dimanifestasikan, tidak dapat begitu saja menerima keberadaan Yesus sebagai Juru Selamat. Mereka tetap saja menyelidiki segala sesuatu mengenai Yesus dan mereka tetap tidak percaya kepadaNya. Mereka tetap tidak dapat mengetahui rahasia Kerajaan Sorga karena mereka tidak menaklukkan diri dan meninggikan Dia.

Ketika Yesus berbicara mengenai siapa diriNya, dan menyatakan kepada orang banyak segala rencanaNya serta kemana Dia akan pergi, mereka tidak mengerti dan tidak memahami arti dari perkataan Yesus. Mereka menganggap bahwa Yesus sudah gila dan mau bunuh diri. Dan Yesus mengatakan bahwa untuk percaya kepada perkataanNya, seseorang harus meninggikan Anak Manusia.(Yohanes 8:28). Kata “meninggikan” mengandung arti bahwa kita menaklukkan diri di bawah kekuasaanNya dan menyatakan bahwa Dialah yang Maha Agung dan Maha Tinggi.

Saudara, menjadi percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat adalah merupakan anugrah yang sangat besar bagi manusia. Bayangkan saja, kita yang sudah berdosa dan tidak punya kemampuan lagi untuk mendapatkan keselamatan diberiNya kemampuan untuk masuk ke dalam KerajaanNya. Kita yang tidak layak dibuatNya menjadi layak. Dan untuk dapat mengerti rencana keselamatan yang daripada Tuhan kepada manusia, tidak dapat dilakukan dengan akal sehat. Semua rencana keselamatan yang telah dilakukan melalui Tuhan Yesus, hanya dapat dipahami apabila manusia mau meninggikan Dia. Meninggikan dan mengagungkan Yesus berarti kita sebagai manusia berdosa mau menaklukkan diri dan mau merendahkan diri serta mau mengaku segala dosa dan kesalahan kepadaNya. Dengan melakukan semuanya itu yaitu meninggikan dan mengagungkan Yesus sebagai Tuhan, maka Tuhan akan dengan leluasa memberikan hikmat dan pengetahuan tentang keselamatan itu kepada kita karena Dia telah berkata bahwa siapa yang meninggikan diri akan direndahkan dan siapa merendahkan diri akan ditinggikan. (Matius 23:12). Dengan meninggikan Dia, maka Tuhan akan membukakan rahasia-rahasia tentang Kerajaan Sorga kepada kita. (Matius 13:11). Oleh karena itu mari kita turuti perkataan Tuhan Yesus ini yaitu agar mau meninggikan dan mengagungkan Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat, sehingga segala sesuatu tentang rahasia Kerajaan Sorga dapat dibukakan bagi kita orang yang percaya kepadaNya. MARI TINGGIKAN YESUS. Tuhan Yesus memberkati. Amin
Baca selengkapnya >>>>

"Meraih Kekuatan dan Kepastian Dari Firman Tuhan"

“Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh.” 1 Tesalonika 1.5a

Setiap hari Minggu pada saat kita pergi beribadah, kita selalu mendengar pendeta yang berkotbah menyampaikan Firman Tuhan. Tidak hanya itu, pada saat kebaktian-kebaktian yang lain seperti di tengah minggu, pertemuan kelompok sel, ibadah doa, pelajaran Alkitab dan lainnya, kita juga selalu mendengarkan Firman Tuhan yang disampaikan oleh pelayan/hamba Tuhan yang bertugas.Ketika kita meluangkan waktu untuk bersaat teduh, kita juga dapat membaca sebagian dari Firman Tuhan melalui Alkitab.


Tanpa dapat dipungkiri, Firman yang kita dengar ada yang dapat kita terima dan percayai, tetapi ada beberapa juga yang menimbulkan pertanyaan dalam hati kita, seperti ‘apakah benar hal itu akan terjadi dalam hidupku?’ atau ‘masa iya kalau aku layak untuk menerima janji itu?’. Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang muncul dalam hati kita sesaat kita mendengar FirmanNya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Hal itu terjadi karena begitu banyak masalah yang menghimpit kehidupan kita, sehingga Firman Tuhan tidak dapat bertumbuh dalam hati kita (seperti perumpamaan sang penabur benih).

Pikiran kita terlalu dipengaruhi oleh semua kesibukan, kegiatan, masalah, ketakutan, kekuatiran dan lain sebagainya sehingga Firman yang kita dengar tidak mendapat ‘ruang’ yang cukup untuk dapat mengubah pola pikir kita.

.

Bagaimana agar Firman Tuhan yang kita dengar dapat memberi pengaruh bagi hidup kita?

1. “Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus“
*courtesy of PelitaHidup.com
Untuk dapat meraih dan mempercayai janji Tuhan setiap kita mendengar FirmanNya, kita perlu yakin bahwa yang kita dengar adalah bukan hanya kata-kata biasa saja. Kita tidak mendengar janji dari manusia, tetapi janji yang kita dengar adalah janji yang diberikan oleh Tuhan semesta alam, Tuhan yang mencipta dunia dan seisinya. Oleh FirmanNya-lah dunia ini dibentuk dan diciptakan. Oleh FirmanNya-lah semuanya dapat jadi. Oleh FirmanNya semua dapat diubahkan dari yang tidak ada menjadi ada. Oleh FirmanNya-lah mujizat terjadi.

Setiap Firman Tuhan yang kita dengar mempunyai suatu kekuatan yang supranatural (yang tidak kelihatan secara kasat mat), yaitu kekuatan Roh Kudus. RohNya akan bekerja dalam hidup kita ketika kita mempercayai kuasa dari FirmanNya.
*courtesy of PelitaHidup.com
RohNya akan membantu dan menolong kita dalam menjalani hari-hari kita, sehingga mujizatNya dapat terjadi dalam kehidupan kita.

.

2. “…dan dengan suatu kepastian yang kokoh“
*courtesy of PelitaHidup.com
Janji-janji dari manusia mempunyai kelemahan dan tidak sempurna. Seringkali manusia berjanji dan tidak menepatinya.
Berbeda dengan janji Tuhan, janjiNya mempunyai suatu kepastian yang kokoh, yang tidak dapat diubahkan.

Ketika Tuhan berfirman kepada kita, maka Dia juga memberikan jaminan bahwa FirmanNya akan dan pasti digenapi dalam kehidupan kita. Dan Dia tidak pernah berhutang kepada umatNya yang bersungguh hati kepada Dia. Dia juga adalah Allah yang tetap setia menepati setiap janjiNya. JanjiNya adalah janji yang sempurna.

Pegang teguh setiap Firman yang kita dengar, karena cepat atau lambat semuanya itu akan digenapi dalam hidup kita. Jangan biarkan pikiran kita lebih mempercayai manusia dan kekuatannya, tetapi biarlah kita lebih mempercayai kepada Firman Tuhan yang memberikan kepastian yang kokoh untuk masa depan yang kita penuh damai sejahtera.
Haleluya!
Baca selengkapnya >>>>

Rabu, 15 Juli 2009

IMAN, SEBAB DAN AKIBATNYA

Yohanes 6:22-40
Orang banyak mencari Yesus bukan karena mereka ingin mengenal-Nya lebih dalam lagi. Mereka mencari Yesus karena ingin mengenyangkan perut mereka (ayat 26). Berkat yang diberikan Yesus lebih penting daripada diri Yesus sendiri. Tetapi,
Tuhan Yesus membimbing mereka. Ia memberikan arah yang lebih jelas agar pengertian dan pengenalan mereka berjalan pada jalur yang benar. Tuhan Yesus mengarahkan perhatian mereka bukan ke berkat yang diberikan-Nya, melainkan kepada diri-Nya sendiri (ayat 27,29,33,35). Tuhan Yesus menegaskan bahwa Ia berasal dari surga (ayat 29,33,38). Ia tidak berasal dari dunia ini. Yesus mendorong mereka untuk percaya kepada-Nya (ayat 29,35,40). Percaya kepada Yesus adalah kehendak Allah (ayat 40). Jika orang ingin melakukan kehendak Allah, maka ia harus percaya kepada Yesus. Orang-orang yang percaya kepada-Nya akan memperoleh hidup kekal (ayat 27,33,39-40). Orang-orang percaya juga akan dibangkitkan pada akhir zaman (ayat 39-40). Dalam ayat-ayat ini, kata percaya muncul berulang kali (ayat 29,30,35-36,40). Ini mengindikasikan bahwa Yesus sangat menekankan hal ini dalam kesaksian-Nya.

Secara khusus kita melihat bahwa percaya kepada Yesus merupakan pekerjaan Allah dan juga pekerjaan manusia. Kedua hal ini bukanlah dua hal yang bertolak belakang atau bertentangan. Keduanya harus tetap dipegang secara seimbang. Tidak perlu menekankan salah satu dan mengabaikan yang lain. Percaya adalah pekerjaan Allah (ayat 29). Hidup kekal sebagai akibat percaya kepada Yesus adalah pemberian Anak Manusia (ayat 27). Roti yang sejati yang turun dari surga adalah pemberian Allah (ayat 32-33). Semua yang percaya kepada Yesus adalah pemberian Allah (ayat 37,39). Di samping ini, percaya kepada Yesus juga merupakan tindakan manusia. Orang harus datang kepada Yesus (ayat 35,37). Tanpa tindakan manusia yang bersangkutan datang kepada Yesus, maka tidak mungkin percaya kepada Yesus timbul.

Renungkan: Tidak perlu ragu untuk datang kepada Yesus betapa pun banyak dan besar dosa-dosa kita. Yesus tidak akan menolak bahkan membuang orang yang datang dan percaya kepada-Nya. Tidak perlu menunggu agar kita lebih baik dan lebih saleh dahulu baru kemudian percaya kepada-Nya. Seperti apa adanya kita, Yesus akan menerima kita.
Baca selengkapnya >>>>

Sabtu, 11 Juli 2009

KEKRISTENAN YANG MENCARI KEPUASAN DAN BERKAT SEMATA

Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang." Yoh 6:26

Mujizat Yesus memberi makan lima ribu orang hanya dengan lima ketul roti dan dua ekor ikan, bukanlah cerita yang asing bagi orang kristen. Dalam bacaan kita hari ini diceritakan bahwa setelah peristiwa itu, maka banyak orang yang kemudian mencari Yesus. Tapi bukannya menikmati popularitas tersebut Yesus malah menyingkir ke atas gunung, lalu menyeberangi danau pergi ke daerah kapernaum untuk menghindari mereka. Namun masa ini tidak mau menyerah.
Mereka terus mengejar Yesus sampai ke kapernaum. Kelihatannya mereka merupakan orang yang haus dan berani bayar harga untuk mendengar pengajaran Yesus. Tetapi Yesus tidak dapat ditipu oleh banyak orang ini sebab Dia tahu mereka mencariNya hanya untuk mendapatkan berkat atau kepuasan sendiri.
Yesus sengaja mengatakan perkataan yang keras untuk mengusir orang banyak yang mempunyai motivasi salah itu. Bagi Tuhan Yesus pengikut yang banyak tidak ada artinya kalau mereka mempunyai iman yang palsu alias hanya mau mandapatkan keuntungan dari mengikuti Dia.
Orang yang mengikut Yesus hanya untuk mendapatkan keuntungan pasti akan goncang imannya saat masa sulit dan penganiayaan datang.
Dan faktanya saat ini banyak orang kristen yang demikian. Mereka pindah dari gereja satu ke gereja yang lain demi mengejar kepuasan pribadi. Kelihatannya mencari Yesus tetapi yang dicari hanya kepuasan, bahkan berkatNya saja. Padahal Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa dengan mengikut Yesus hidup akan menjadi lebih mudah. Yesus jelas-jelas mengatakan, barang siapa ingin mengikutiNya harus meninggalkan segalanya dan siap untuk menderita bersamaNya. Agar bisa menikmati berkat-berkatNya, kita harus lebih dahulu 'MATI' terhadap dunia. Menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan dan membiarkan kuasa salib mematikan manusia lama kita, kemudian barulah kita siap untuk menerima berkat yang melimpah dari Tuhan.
KARENA ITU HARI INI MARI KITA PERBARUI MOTIVASI KITA !
Baca selengkapnya >>>>