Rabu, 27 Januari 2010

10 Trik Jitu Mendapatkan & Mempertahankan Persahabatan

Pernah dengar tembang That’s what friends are for, yang dilantunkan Dionne Warwick kan? Lirik lagu yang pernah sangat ngetop di tahun 80-an itu, kayaknya pas untuk menggambarkan betapa pentingnya sebuah persahabatan.

Sahabat itu memang bukan sekadar menjadi teman curhat, teman gaul, tapi juga teman kita di segala suasana, suka maupun duka. Nggak heran, saking pentingnya, maka harga persahabatan itu tak bisa ditawar-tawar. Bahkan tidak pernah bisa tergantikan.


Itulah kenapa tidak sedikit orang yang mengaku menjalin sebuah pertemanan itu sulit, apalagi membangun persahabatan yang diyakini lebih kental unsur kedekatannya itu. Padahal, upaya dan inisiatif mereka dalam membangun persahabatan, tidak bisa dikatakan sembarangan. Bukan cuma rajin menelepon atau mengundang main ke tempat kos, tapi ada juga yang sampai memenej waktu sedemikian rupa agar bisa kursus bahasa Jepang bersama-sama. Kalau begitu, dimana letak kesalahnnya?

Mungkin nggak ada yang salah. Tapi, untuk mendapat sahabat sejati itu memang perlu bersabar. Hal terpenting adalah tidak memaksakan kehendak. Biarkan benih kebersamaan muncul dan tumbuh secara alami. Ada baiknya juga untuk berpegang pada filosofi To have a friend, be a friend. Artinya, bila ingin mendapatkan sahabat, maka Anda harus menjadi sahabat bagi orang itu.

Selain berpegang pada filosofi itu, guna mendapatkan kualitas persahabatan yang solid, Anda bisa mengikuti beberapa langkah berikut ini:

1. Jadilah diri sendiri. Jika Anda percaya kalau diri Anda cukup worthy bagi sebuah persahabatan, maka sikap dan perilaku Anda akan terlihat dari segala hal yang Anda lakukan. Nah, banyak orang yang merasa nyaman dan berpikir positif bila berkawan dengan mereka yang memiliki rasa percaya diri yang cukup baik.

2. Loyal. Sifat loyal merupakan salah satu pilar utama dalam sebuah persahabatan yang solid. Bagaimana tidak. Anda tentunya ingin dipercaya dan bisa mempercayai sahabat Anda bukan? Pun Anda tentu ingin sahabat Anda tetap bersama Anda di saat Anda tengah dalam kesulitan, begitu juga sebaliknya. Untuk itulah dibutuhkan yang namanya rasa setia.

3. Tidak anti kritikan. Sahabat yang sebenarnya konon adalah mereka yang tidak cuma rajin memuji tapi gemar pula memberi kritikan positif. Untuk itu Anda tak perlu anti dengan kritikan mereka karena toh tujuannya demi kebaikan Anda juga bukan?

4. Ringan tangan. Sahabat Anda akan sangat menghargai segala kebaikan dan pertolongan yang Anda berikan. Terlebih jika Anda melakukannya dengan ketulusan hati tanpa embel-embel sesuatu dan tanpa harus diminta olehnya.

5. Fair-minded. Sebagai sahabat, tentunya akan lebih baik jika Anda menelaah sebuah persoalan bersama dari sudut pandang yang berbeda. Cara tersebut kemungkinan akan lebih cepat menyelesaikan permasalahan.

6. Mau mendengar. Dalam menjalin persahabatan, Anda sebaiknya bukan cuma asal mendengar curhat-nya, tapi cobalah untuk memberikan perhatian dan jangan memonopoli pembicaraan.

7. Jangan gunakan teman Anda sebagai penasihat pribadi. Kenapa? Dikit-dikit, curhat, pasti bikin Anda jadi teman yang membosankan. Lain halnya bila Anda telah bertanya pada sahabat Anda apakah ia mau mendengarkan masalah Anda.

8. Berbagi kebahagiaan dengan sahabat. Jangan cuma waktu curhat saja Anda ingat teman, tapi waktu lagi bahagia juga perlu.

9. Jangan lupa ultah teman. Mengingat hari-hari khusus teman adalah keharusan. Kirim kartu atau bunga, untuk menunjukkan bahwa sahabat Anda bernilai besar.

10. Tunjukkan bahwa Anda memikirkan dia ketika Anda tidak bersamanya. Caranya macam-macam, bisa kirim kartu, e-mail, SMS, atau tinggalkan pesan di teleponnya, bila tidak sempat bertemu. Atau, bisa juga Anda kirim artikel dari majalah yang dia sukai
Baca selengkapnya >>>>

MARI TINGGIKAN YESUS

Menjadi percaya kepada Yesus sebagai Mesias, sebagai Juru Selamat manusia, sebagai Tuhan, tidaklah dapat dilakukan dengan akal sehat. Banyak orang yang telah membaca Injil, telah mendengar tentang Yesus tidak dapat menerima keberadaanNya sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
Banyak orang yang telah melihat mujizat Yesus dinyatakan dan dimanifestasikan, tidak dapat begitu saja menerima keberadaan Yesus sebagai Juru Selamat. Mereka tetap saja menyelidiki segala sesuatu mengenai Yesus dan mereka tetap tidak percaya kepadaNya. Mereka tetap tidak dapat mengetahui rahasia Kerajaan Sorga karena mereka tidak menaklukkan diri dan meninggikan Dia.

Ketika Yesus berbicara mengenai siapa diriNya, dan menyatakan kepada orang banyak segala rencanaNya serta kemana Dia akan pergi, mereka tidak mengerti dan tidak memahami arti dari perkataan Yesus. Mereka menganggap bahwa Yesus sudah gila dan mau bunuh diri. Dan Yesus mengatakan bahwa untuk percaya kepada perkataanNya, seseorang harus meninggikan Anak Manusia.(Yohanes 8:28). Kata “meninggikan” mengandung arti bahwa kita menaklukkan diri di bawah kekuasaanNya dan menyatakan bahwa Dialah yang Maha Agung dan Maha Tinggi.

Saudara, menjadi percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat adalah merupakan anugrah yang sangat besar bagi manusia. Bayangkan saja, kita yang sudah berdosa dan tidak punya kemampuan lagi untuk mendapatkan keselamatan diberiNya kemampuan untuk masuk ke dalam KerajaanNya. Kita yang tidak layak dibuatNya menjadi layak. Dan untuk dapat mengerti rencana keselamatan yang daripada Tuhan kepada manusia, tidak dapat dilakukan dengan akal sehat. Semua rencana keselamatan yang telah dilakukan melalui Tuhan Yesus, hanya dapat dipahami apabila manusia mau meninggikan Dia. Meninggikan dan mengagungkan Yesus berarti kita sebagai manusia berdosa mau menaklukkan diri dan mau merendahkan diri serta mau mengaku segala dosa dan kesalahan kepadaNya. Dengan melakukan semuanya itu yaitu meninggikan dan mengagungkan Yesus sebagai Tuhan, maka Tuhan akan dengan leluasa memberikan hikmat dan pengetahuan tentang keselamatan itu kepada kita karena Dia telah berkata bahwa siapa yang meninggikan diri akan direndahkan dan siapa merendahkan diri akan ditinggikan. (Matius 23:12). Dengan meninggikan Dia, maka Tuhan akan membukakan rahasia-rahasia tentang Kerajaan Sorga kepada kita. (Matius 13:11). Oleh karena itu mari kita turuti perkataan Tuhan Yesus ini yaitu agar mau meninggikan dan mengagungkan Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat, sehingga segala sesuatu tentang rahasia Kerajaan Sorga dapat dibukakan bagi kita orang yang percaya kepadaNya. MARI TINGGIKAN YESUS. Tuhan Yesus memberkati. Amin
Baca selengkapnya >>>>

"Meraih Kekuatan dan Kepastian Dari Firman Tuhan"

“Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh.” 1 Tesalonika 1.5a

Setiap hari Minggu pada saat kita pergi beribadah, kita selalu mendengar pendeta yang berkotbah menyampaikan Firman Tuhan. Tidak hanya itu, pada saat kebaktian-kebaktian yang lain seperti di tengah minggu, pertemuan kelompok sel, ibadah doa, pelajaran Alkitab dan lainnya, kita juga selalu mendengarkan Firman Tuhan yang disampaikan oleh pelayan/hamba Tuhan yang bertugas.Ketika kita meluangkan waktu untuk bersaat teduh, kita juga dapat membaca sebagian dari Firman Tuhan melalui Alkitab.


Tanpa dapat dipungkiri, Firman yang kita dengar ada yang dapat kita terima dan percayai, tetapi ada beberapa juga yang menimbulkan pertanyaan dalam hati kita, seperti ‘apakah benar hal itu akan terjadi dalam hidupku?’ atau ‘masa iya kalau aku layak untuk menerima janji itu?’. Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang muncul dalam hati kita sesaat kita mendengar FirmanNya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Hal itu terjadi karena begitu banyak masalah yang menghimpit kehidupan kita, sehingga Firman Tuhan tidak dapat bertumbuh dalam hati kita (seperti perumpamaan sang penabur benih).

Pikiran kita terlalu dipengaruhi oleh semua kesibukan, kegiatan, masalah, ketakutan, kekuatiran dan lain sebagainya sehingga Firman yang kita dengar tidak mendapat ‘ruang’ yang cukup untuk dapat mengubah pola pikir kita.

.

Bagaimana agar Firman Tuhan yang kita dengar dapat memberi pengaruh bagi hidup kita?

1. “Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus“
*courtesy of PelitaHidup.com
Untuk dapat meraih dan mempercayai janji Tuhan setiap kita mendengar FirmanNya, kita perlu yakin bahwa yang kita dengar adalah bukan hanya kata-kata biasa saja. Kita tidak mendengar janji dari manusia, tetapi janji yang kita dengar adalah janji yang diberikan oleh Tuhan semesta alam, Tuhan yang mencipta dunia dan seisinya. Oleh FirmanNya-lah dunia ini dibentuk dan diciptakan. Oleh FirmanNya-lah semuanya dapat jadi. Oleh FirmanNya semua dapat diubahkan dari yang tidak ada menjadi ada. Oleh FirmanNya-lah mujizat terjadi.

Setiap Firman Tuhan yang kita dengar mempunyai suatu kekuatan yang supranatural (yang tidak kelihatan secara kasat mat), yaitu kekuatan Roh Kudus. RohNya akan bekerja dalam hidup kita ketika kita mempercayai kuasa dari FirmanNya.
*courtesy of PelitaHidup.com
RohNya akan membantu dan menolong kita dalam menjalani hari-hari kita, sehingga mujizatNya dapat terjadi dalam kehidupan kita.

.

2. “…dan dengan suatu kepastian yang kokoh“
*courtesy of PelitaHidup.com
Janji-janji dari manusia mempunyai kelemahan dan tidak sempurna. Seringkali manusia berjanji dan tidak menepatinya.
Berbeda dengan janji Tuhan, janjiNya mempunyai suatu kepastian yang kokoh, yang tidak dapat diubahkan.

Ketika Tuhan berfirman kepada kita, maka Dia juga memberikan jaminan bahwa FirmanNya akan dan pasti digenapi dalam kehidupan kita. Dan Dia tidak pernah berhutang kepada umatNya yang bersungguh hati kepada Dia. Dia juga adalah Allah yang tetap setia menepati setiap janjiNya. JanjiNya adalah janji yang sempurna.

Pegang teguh setiap Firman yang kita dengar, karena cepat atau lambat semuanya itu akan digenapi dalam hidup kita. Jangan biarkan pikiran kita lebih mempercayai manusia dan kekuatannya, tetapi biarlah kita lebih mempercayai kepada Firman Tuhan yang memberikan kepastian yang kokoh untuk masa depan yang kita penuh damai sejahtera.
Haleluya!
Baca selengkapnya >>>>

Rabu, 15 Juli 2009

IMAN, SEBAB DAN AKIBATNYA

Yohanes 6:22-40
Orang banyak mencari Yesus bukan karena mereka ingin mengenal-Nya lebih dalam lagi. Mereka mencari Yesus karena ingin mengenyangkan perut mereka (ayat 26). Berkat yang diberikan Yesus lebih penting daripada diri Yesus sendiri. Tetapi,
Tuhan Yesus membimbing mereka. Ia memberikan arah yang lebih jelas agar pengertian dan pengenalan mereka berjalan pada jalur yang benar. Tuhan Yesus mengarahkan perhatian mereka bukan ke berkat yang diberikan-Nya, melainkan kepada diri-Nya sendiri (ayat 27,29,33,35). Tuhan Yesus menegaskan bahwa Ia berasal dari surga (ayat 29,33,38). Ia tidak berasal dari dunia ini. Yesus mendorong mereka untuk percaya kepada-Nya (ayat 29,35,40). Percaya kepada Yesus adalah kehendak Allah (ayat 40). Jika orang ingin melakukan kehendak Allah, maka ia harus percaya kepada Yesus. Orang-orang yang percaya kepada-Nya akan memperoleh hidup kekal (ayat 27,33,39-40). Orang-orang percaya juga akan dibangkitkan pada akhir zaman (ayat 39-40). Dalam ayat-ayat ini, kata percaya muncul berulang kali (ayat 29,30,35-36,40). Ini mengindikasikan bahwa Yesus sangat menekankan hal ini dalam kesaksian-Nya.

Secara khusus kita melihat bahwa percaya kepada Yesus merupakan pekerjaan Allah dan juga pekerjaan manusia. Kedua hal ini bukanlah dua hal yang bertolak belakang atau bertentangan. Keduanya harus tetap dipegang secara seimbang. Tidak perlu menekankan salah satu dan mengabaikan yang lain. Percaya adalah pekerjaan Allah (ayat 29). Hidup kekal sebagai akibat percaya kepada Yesus adalah pemberian Anak Manusia (ayat 27). Roti yang sejati yang turun dari surga adalah pemberian Allah (ayat 32-33). Semua yang percaya kepada Yesus adalah pemberian Allah (ayat 37,39). Di samping ini, percaya kepada Yesus juga merupakan tindakan manusia. Orang harus datang kepada Yesus (ayat 35,37). Tanpa tindakan manusia yang bersangkutan datang kepada Yesus, maka tidak mungkin percaya kepada Yesus timbul.

Renungkan: Tidak perlu ragu untuk datang kepada Yesus betapa pun banyak dan besar dosa-dosa kita. Yesus tidak akan menolak bahkan membuang orang yang datang dan percaya kepada-Nya. Tidak perlu menunggu agar kita lebih baik dan lebih saleh dahulu baru kemudian percaya kepada-Nya. Seperti apa adanya kita, Yesus akan menerima kita.
Baca selengkapnya >>>>

Sabtu, 11 Juli 2009

KEKRISTENAN YANG MENCARI KEPUASAN DAN BERKAT SEMATA

Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang." Yoh 6:26

Mujizat Yesus memberi makan lima ribu orang hanya dengan lima ketul roti dan dua ekor ikan, bukanlah cerita yang asing bagi orang kristen. Dalam bacaan kita hari ini diceritakan bahwa setelah peristiwa itu, maka banyak orang yang kemudian mencari Yesus. Tapi bukannya menikmati popularitas tersebut Yesus malah menyingkir ke atas gunung, lalu menyeberangi danau pergi ke daerah kapernaum untuk menghindari mereka. Namun masa ini tidak mau menyerah.
Mereka terus mengejar Yesus sampai ke kapernaum. Kelihatannya mereka merupakan orang yang haus dan berani bayar harga untuk mendengar pengajaran Yesus. Tetapi Yesus tidak dapat ditipu oleh banyak orang ini sebab Dia tahu mereka mencariNya hanya untuk mendapatkan berkat atau kepuasan sendiri.
Yesus sengaja mengatakan perkataan yang keras untuk mengusir orang banyak yang mempunyai motivasi salah itu. Bagi Tuhan Yesus pengikut yang banyak tidak ada artinya kalau mereka mempunyai iman yang palsu alias hanya mau mandapatkan keuntungan dari mengikuti Dia.
Orang yang mengikut Yesus hanya untuk mendapatkan keuntungan pasti akan goncang imannya saat masa sulit dan penganiayaan datang.
Dan faktanya saat ini banyak orang kristen yang demikian. Mereka pindah dari gereja satu ke gereja yang lain demi mengejar kepuasan pribadi. Kelihatannya mencari Yesus tetapi yang dicari hanya kepuasan, bahkan berkatNya saja. Padahal Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa dengan mengikut Yesus hidup akan menjadi lebih mudah. Yesus jelas-jelas mengatakan, barang siapa ingin mengikutiNya harus meninggalkan segalanya dan siap untuk menderita bersamaNya. Agar bisa menikmati berkat-berkatNya, kita harus lebih dahulu 'MATI' terhadap dunia. Menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan dan membiarkan kuasa salib mematikan manusia lama kita, kemudian barulah kita siap untuk menerima berkat yang melimpah dari Tuhan.
KARENA ITU HARI INI MARI KITA PERBARUI MOTIVASI KITA !
Baca selengkapnya >>>>